JAKARTAHYPE.COM - Sebuah isu serius kini menghantui maskapai nasional Jepang, Japan Airlines (JAL), setelah terungkapnya dugaan pelanggaran prosedur keselamatan penerbangan oleh awak kabinnya. Kasus ini menyeret perusahaan ke meja investigasi otoritas pemerintah setempat.

Pemeriksaan mendalam ini dilakukan langsung oleh Kementerian Transportasi Jepang sebagai bentuk penegakan regulasi penerbangan nasional. Otoritas penerbangan Jepang tidak memberikan toleransi terhadap indikasi penyimpangan serius dari standar operasional.

Inti dari penyelidikan ini adalah dugaan bahwa beberapa awak kabin JAL mengonsumsi minuman beralkohol sebelum mereka memulai tugas penerbangan. Di Jepang, tindakan semacam ini dipandang bukan hanya sebagai pelanggaran aturan internal perusahaan saja.

Faktanya, konsumsi alkohol oleh kru sebelum bertugas merupakan pelanggaran tegas terhadap regulasi penerbangan nasional yang berlaku di negara tersebut. Hal ini mengindikasikan potensi risiko besar terhadap keselamatan operasional penerbangan.

Penyelidikan resmi ini mulai difokuskan pada Kamis, 29 Mei 2026, menyusul rentetan kejadian yang memicu kecurigaan publik dan regulator. Investigasi ini bertujuan untuk memastikan integritas operasional maskapai tetap terjaga.

Pemicu utama pemeriksaan ini adalah insiden spesifik yang terjadi pada penerbangan domestik JAL dari Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo. Penerbangan yang seharusnya tepat waktu tersebut mengalami penundaan signifikan.

"Maskapai nasional Jepang itu kini diperiksa pemerintah setelah muncul dugaan pelanggaran prosedur keselamatan penerbangan," Dikutip dari sumber berita.

Keterlambatan yang terjadi pada penerbangan domestik tersebut tercatat melebihi durasi 40 menit. Penundaan ini kemudian memicu penelusuran lebih lanjut mengenai kesiapan dan kondisi fisik para kru yang bertugas pada hari itu.

"Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (29/5/2026) atau beberapa hari setelah penerbangan domestik JAL dari Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo, yang terbang pada Sabtu, mengalami keterlambatan lebih dari 40 menit," Dikutip dari sumber berita.