Jakarta, JakartaHype.com - Momen Idulfitri atau Lebaran sering kali menjadi ajang silaturahmi yang identik dengan jamuan makan besar. Namun, masyarakat diingatkan untuk tetap mengendalikan diri dan tidak terjebak dalam pola makan "balas dendam" setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Peringatan ini disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi sekaligus pakar kesehatan, Profesor Tjandra Yoga Aditama. Menurutnya, menjaga porsi makan adalah kunci utama agar tubuh tetap bugar sehingga aktivitas silaturahmi tidak terganggu oleh masalah kesehatan.

Bahaya Makan Berlebihan

Tjandra menyoroti kecenderungan masyarakat yang ingin menyantap segala hidangan dalam jumlah besar karena merasa bebas dari batasan waktu makan selama Ramadan.

"Jangan melakukan 'balas dendam' makan berlebihan di hari Lebaran dan hari-hari sesudahnya. Ingat, apa pun yang berlebihan maka tentu tidak baik akibatnya," tegas Tjandra di Jakarta, mengutip Antara.

Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap jenis hidangan yang tinggi lemak serta makanan pedas yang biasanya mendominasi meja makan saat hari raya.

Metode Piring Berimbang
Sebagai solusi praktis, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini merekomendasikan panduan isi piring yang proporsional untuk memastikan asupan nutrisi tetap lengkap tanpa berlebihan:

- Setengah piring dialokasikan untuk sayur dan buah.

- Seperempat piring untuk sumber karbohidrat atau makanan pokok.

- Seperempat piring sisanya diisi dengan protein.

Keseimbangan Aktivitas dan Kepatuhan Obat
Selain pola makan, aspek manajemen aktivitas juga menjadi sorotan. Prof Tjandra menyarankan agar warga yang merencanakan wisata libur Lebaran lebih bijak dalam memilih waktu guna menghindari kelelahan ekstrem, terutama bagi mereka yang membawa anak-anak.

Pesan penutup yang tak kalah penting ditujukan bagi pengidap penyakit kronis. Prof Tjandra menegaskan bahwa rutinitas medis tidak boleh terhenti meski sedang dalam suasana libur.

"Untuk yang punya penyakit kronik dan harus konsumsi obat rutin, maka jangan lupa obatnya dimakan sesuai aturan," pungkasnya.