JAKARTAHYPE.COM - Pameran dagang internasional SIAL Interfood dijadwalkan kembali menyelenggarakan acaranya di Jakarta pada tahun 2026 dengan harapan dapat meningkatkan skala industri makanan dan minuman nasional. Ajang ini dikenal sebagai salah satu pameran pangan terbesar di dunia yang siap membawa pengalaman "next level" bagi para pelaku industri.
Acara akbar ini telah ditetapkan jadwalnya akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 4 hingga 6 November 2026. Lokasi penyelenggaraan yang dipilih adalah Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, sebuah tempat strategis yang mudah diakses oleh peserta dan pengunjung.
SIAL Interfood 2026 bukan sekadar pameran produk biasa, melainkan sebuah titik temu penting bagi para profesional di sektor makanan dan minuman (F&B) dari berbagai negara. Mereka akan mencari peluang bisnis, mempelajari teknologi terbaru, hingga menggali tren makanan yang akan datang.
Penyelenggaraan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, serta diselenggarakan bersama oleh Seven Event dan Comexposium. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memposisikan diri sebagai pusat perdagangan pangan utama di kawasan Asia Tenggara.
Jaringan SIAL sendiri merupakan entitas global yang sudah mapan sejak tahun 1964 dan berfungsi sebagai barometer inovasi dalam industri pangan dunia. Jaringan internasional ini telah sukses menyelenggarakan acara di berbagai negara besar seperti Prancis, Kanada, hingga China.
Kehadiran SIAL di Indonesia sejak tahun 2015 melalui SIAL Interfood memberikan dampak signifikan bagi perkembangan industri makanan domestik. Pada debutnya, acara tersebut telah berhasil menarik lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara berbeda.
Untuk edisi 2026, SIAL Interfood diprediksi akan menghadirkan peserta dari lebih dari 25 negara yang tersebar dari kawasan Asia-Pasifik (APAC), Eropa, hingga Timur Tengah (EMEA). Hal ini membuka koneksi langsung bagi eksibitor dengan calon pembeli potensial secara global.
Berbagai kategori produk akan dipamerkan, meliputi frozen food, kopi dan teh, teknologi pengolahan makanan, hingga berbagai inovasi digital yang relevan bagi industri pangan modern. Oleh karena itu, acara ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mulai dari startup hingga UMKM kuliner.
"Jaringan SIAL saat ini memasuki babak baru yang sangat penting. Dengan memperkuat posisi acara sebagai tempat pertemuan bisnis (B2B) dan menarik pengunjung yang lebih profesional, kami semakin mempertegas peran kami sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan," ujar Rodolphe Lameyse, CEO of Food and Beverage Division of Comexposium.