JAKARTAHYPE.COM - Aksi pemadaman listrik serentak yang menyelimuti sejumlah bangunan ikonik di Jakarta pekan lalu, sukses membuahkan hasil signifikan dari sisi penghematan biaya operasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat bahwa pemadaman tersebut berhasil menekan total biaya penggunaan listrik di ibu kota. Estimasi penghematan yang tercatat berada pada kisaran angka yang cukup besar, mendekati Rp 109 juta.

Secara spesifik, total penurunan biaya penggunaan listrik yang berhasil dicapai oleh pemerintah provinsi mencapai angka Rp 108.693.752, atau sekitar Rp 108 juta. Angka ini menjadi indikator keberhasilan kampanye hemat energi yang digalakkan.

Peristiwa pemadaman ini terjadi pada malam hari, yakni Sabtu (13/6) tahun 2026, ketika lampu-lampu penerangan di Monumen Nasional (Monas) dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dimatikan sementara. Pemadaman berlangsung selama satu jam penuh.

Waktu pelaksanaan aksi ini diatur secara cermat, yakni dimulai tepat pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB, untuk memastikan dampak minimal sambil tetap mencapai tujuan kampanye lingkungan. Langit Jakarta sempat terasa lebih gelap dari biasanya selama durasi tersebut.

Data rinci mengenai dampak positif aksi ini disampaikan langsung oleh pihak berwenang kepada publik pada hari berikutnya. Informasi ini berasal dari hasil kalkulasi konsumsi energi yang dicatat oleh PLN.

"Berdasarkan data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), aksi yang berlangsung pukul 20.30-21.30 WIB tersebut berhasil menekan emisi karbon hingga 60,14 ton CO2e," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Lebih lanjut, Dudi Gardesi turut memaparkan dampak lingkungan dan energi yang berhasil ditorehkan selama satu jam pemadaman tersebut. Data ini menunjukkan efektivitas nyata dari inisiatif tersebut terhadap pengurangan jejak karbon.

"Menghemat konsumsi listrik sebesar 75,18 MWh, serta menurunkan biaya penggunaan listrik mencapai Rp 108.693.752," tambah Dudi Gardesi, menggarisbawahi keberhasilan finansial dari kegiatan tahunan ini.