Jakarta, JakartaHype.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan ekosistem perairan ibu kota. Aksi pembasmian ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administratif guna menekan populasi spesies invasif yang kini telah mendominasi sungai dan danau di Jakarta.

Meski populer di kalangan penghobi akuarium sebagai pemakan lumut, keberadaan ikan asal Amerika Selatan ini di alam liar justru menjadi mimpi buruk bagi biodiversitas lokal.

Dari Hobi Menjadi Ancaman Ekologi

Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) awalnya masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan ikan hias. Namun, fenomena pelepasan ikan oleh pemilik akuarium ke perairan umum—baik karena ukurannya yang membesar atau faktor ketidaktahuan—telah mengubahnya menjadi penjajah di sungai-sungai besar seperti Ciliwung.

Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN, Triyanto, mengungkapkan bahwa daya adaptasi ikan ini sangat luar biasa.

"Ikan sapu-sapu memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap kualitas air yang buruk. Namun, dominasi mereka merupakan indikator nyata bahwa kesehatan perairan tersebut sedang mengalami degradasi," jelas Triyanto.

4 Alasan Ikan Sapu-Sapu Merusak Sungai

Berdasarkan tinjauan literatur ekologi, setidaknya ada empat faktor utama yang membuat ikan ini begitu berbahaya bagi ekosistem air tawar:

Dominasi Tanpa Predator: Sebagai spesies asing, mereka tidak memiliki pemangsa alami di Indonesia. Hal ini memicu ledakan populasi yang dengan cepat menggeser posisi ikan asli daerah setempat.