JAKARTAHYPE.COM - Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, akhirnya buka suara terkait mencuatnya nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad, dalam pusaran kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, memilih untuk tidak memberikan tanggapan yang terlalu spesifik mengenai detail kasus korupsi yang sedang bergulir di lembaga kepabeanan tersebut.
Alih-alih membahas kasus tersebut, Pras mengajak seluruh elemen bangsa untuk memusatkan perhatian dan energi pada upaya bersama dalam memperkuat pemulihan ekonomi nasional saat ini.
"Sehingga mari kita saling bergandengan tangan, saling merapatkan eh barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita. Itu dulu," ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di kompleks parlemen pada Selasa (9/6).
Sementara itu, Raffi Ahmad sendiri telah secara tegas membantah segala tuduhan mengenai keterlibatannya dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait importasi barang.
Raffi menyatakan bahwa dirinya sudah sering disebut-sebut dalam berbagai permasalahan, meskipun pada kenyataannya ia tidak pernah terlibat secara langsung dalam isu-isu tersebut.
"Itu tidak benar," tegas Raffi Ahmad di Jakarta, sebagaimana diberitakan detikcom pada Selasa (9/6). "Oh ya, sudah biasa. Saya pernah dibawa dalam pencucian uang lah, ini lah."
Ia semakin meyakinkan publik mengenai posisinya terkait kasus Bea Cukai, menekankan ketiadaan transaksi yang melibatkannya. "Tapi yang pasti, kalau ini, saya tidak pernah ada transaksi dan tidak pernah memesan, menerima pun tidak," tambahnya.
Nama Raffi mulai terseret setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan fakta persidangan yang mengaitkannya dengan kunjungan ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitipkan pengiriman barang elektronik, termasuk isu iPhone 17.