JAKARTAHYPE.COM - Buah-buahan memegang peranan krusial sebagai sumber energi dan vitamin alami yang esensial bagi kesehatan tubuh manusia. Konsumsi rutin buah-buahan terbukti memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap kesejahteraan fisik.
Namun, ironisnya, kebiasaan mengonsumsi buah-buahan di kalangan masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi kesehatan terkini.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilaksanakan pada tahun 2023, terpampang data mengkhawatirkan. Sebanyak 96,7% penduduk Indonesia yang berusia di bawah lima tahun masih belum memenuhi standar konsumsi buah dan sayur yang direkomendasikan.
Standar konsumsi yang dimaksud adalah anjuran dari World Health Organization (WHO). Organisasi kesehatan dunia ini merekomendasikan asupan minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari, yang dilakukan selama tujuh hari dalam seminggu.
Dengan mengacu pada rekomendasi WHO tersebut, dapat disimpulkan bahwa hanya sekitar 3,3% dari total populasi masyarakat Indonesia yang secara konsisten telah memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur tersebut.
Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat lebar antara anjuran kesehatan global dan praktik konsumsi masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok usia dini.
Kesenjangan ini menjadi perhatian serius para pakar kesehatan karena dapat berdampak jangka panjang pada status gizi dan kesehatan generasi penerus bangsa.
"Sebanyak 96,7% penduduk berusia di bawah 5 tahun masih belum mengonsumsi buah dan sayur sesuai rekomendasi," ungkap hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Adapun standar World Health Organization (WHO) yaitu mengonsumsi minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari selama tujuh hari dalam seminggu.