JAKARTAHYPE.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan ancaman serius terhadap sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Ancaman tersebut secara spesifik menargetkan 18 perusahaan AS, menuduh entitas-entitas tersebut berperan aktif dalam operasi spionase dan pembunuhan pejabat penting Iran. Tuduhan ini mencerminkan peningkatan tajam dalam retorika konfrontatif antara Teheran dan Washington.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis, IRGC memberikan batas waktu tegas bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk menghadapi konsekuensi yang mereka sebut sebagai pembalasan. Waktu yang ditetapkan adalah mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu tanggal 1 April.
"Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu 1 April, akan mengalami kehancuran pada unit terkait sebagai imbalan atas tiap pembunuhan di Iran," bunyi pernyataan IRGC, dilansir dari NDTV, Kamis (2/4/2026).
IRGC mengklasifikasikan semua perusahaan yang masuk dalam daftar hitam tersebut sebagai entitas yang mendukung terorisme negara. Eskalasi retorika ini menunjukkan keseriusan Iran dalam merespons apa yang mereka anggap sebagai agresi langsung.
Lebih jauh lagi, IRGC tidak hanya mengancam aset perusahaan, tetapi juga mengeluarkan peringatan keselamatan bagi para staf yang bekerja di lembaga-lembaga tersebut. Mereka menyarankan agar karyawan segera mencari perlindungan demi menjaga keselamatan jiwa.
"Kami menyarankan para karyawan di lembaga-lembaga ini segera meninggalkan tempat kerja untuk keselamatan jiwa mereka," lanjut pemberitahuan yang dikeluarkan oleh IRGC.
Peringatan tersebut juga meluas kepada masyarakat sipil yang bermukim di sekitar lokasi operasional perusahaan-perusahaan yang terancam. Warga diimbau untuk menjauhi area tersebut demi menghindari potensi dampak dari serangan balasan yang direncanakan.
Penduduk diminta menjauhi area tersebut hingga mencapai radius satu kilometer dan segera pindah ke lokasi yang dinilai lebih aman. Imbauan ini menekankan potensi bahaya yang mungkin timbul akibat eskalasi militer ini.