JAKARTAHYPE.COM - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 21 Mei, kembali ditutup dengan posisi pembelian bersih atau net buy oleh investor asing. Tren positif ini melanjutkan momentum dari hari sebelumnya, menunjukkan minat asing terhadap pasar modal domestik.

Secara agregat, volume net buy asing pada hari Kamis mencapai 2,10 miliar lembar saham. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan hari bursa sebelumnya, Rabu (20/5), yang mencatatkan net buy sebesar 2,03 miliar lembar saham.

Meskipun terjadi peningkatan net buy secara keseluruhan, terjadi sedikit penurunan pada total volume perdagangan asing. Volume foreign buy turun dari 10,63 miliar lembar menjadi 9,66 miliar lembar pada hari Kamis.

Sementara itu, volume saham yang dijual oleh investor asing (foreign sell) juga mengalami penurunan yang sejalan, berkurang dari 8,59 miliar lembar menjadi 7,55 miliar lembar pada periode perdagangan yang sama.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona dalam daftar pembelian bersih asing pada hari tersebut, mencatatkan net buy masif sebesar 1,24 miliar lembar saham. Total transaksi BUMI mencakup pembelian 2,95 miliar lembar dan penjualan 1,71 miliar lembar.

Posisi kedua dalam daftar net buy ditempati oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan akumulasi pembelian bersih mencapai 271,59 juta lembar saham. Aktivitas BNBR mencerminkan pembelian 617,23 juta lembar dan penjualan 345,64 juta lembar.

Sektor teknologi dan layanan digital juga menjadi fokus, di mana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net buy hampir 257,79 juta lembar. Investor asing sangat agresif membeli 272,79 juta saham GOTO, sementara hanya menjual 15 juta saham.

Saham sektor energi lainnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), juga menarik minat asing. DEWA meraih net buy 188,23 juta lembar, sedangkan BRMS mencatatkan net buy 152,15 juta lembar.

Di sisi lain, saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang mencatatkan net sell terbesar yakni 185,27 juta lembar. Asing tercatat membeli 193,41 juta lembar namun menjual jauh lebih besar, yaitu 378,69 juta lembar.