MENLO PARK, JakartaHype.com Instagram tengah mengambil langkah baru untuk meningkatkan transparansi terkait konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di platformnya. Anak perusahaan Meta ini sedang menguji coba label tingkat akun baru yang memungkinkan para kreator untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai "AI creator" atau kreator AI.

Label tersebut akan muncul secara mencolok di profil kreator, serta di samping unggahan dan Reels mereka. Keterangan dalam label tersebut berbunyi: "Profil ini membagikan konten yang dibuat atau dimodifikasi dengan AI." Menurut Meta, sebagaimana dikutip dari Engadget pada Selasa (5/5/2026), kehadiran label ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan standar transparansi AI di Instagram.

Bahasa yang digunakan dalam label baru ini dinilai jauh lebih eksplisit dibandingkan lencana "AI info" milik Meta sebelumnya. Jika lencana lama hanya mengindikasikan bahwa sebuah unggahan "mungkin" dibuat atau diedit dengan alat AI, label "AI creator" secara tegas menyatakan keterlibatan teknologi tersebut dalam proses kreatif akun tersebut.

Namun, poin penting yang perlu dicatat adalah penggunaan label "AI creator" ini bersifat sepenuhnya opsional. Hal ini berarti pengguna kemungkinan besar masih akan menemui konten AI yang hanya menggunakan label "AI info" yang samar, atau bahkan tanpa label sama sekali.

Dewan Pengawas (Oversight Board) Meta baru-baru ini menyoroti bahwa pengungkapan konten AI saat ini masih diterapkan secara tidak merata. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan Meta dalam mendeteksi secara andal semua konten buatan AI yang beredar di aplikasinya. Hingga saat ini, Meta belum memberikan tanggapan resmi terhadap rekomendasi dewan mengenai peningkatan metode deteksi AI mereka.

Meski bersifat opsional, Meta terus mendorong para kreator yang sering mengunggah konten AI untuk memanfaatkan fitur ini. Dalam pesan di dalam aplikasi, Meta menyatakan bahwa label ini bertujuan untuk membangun kepercayaan dengan membantu audiens memahami apa yang mereka lihat di Instagram.

Saat ini, Meta memilih pendekatan yang lebih lunak dalam regulasi konten AI. Namun, seiring dengan konten buatan AI yang semakin merata dan semakin sulit dibedakan oleh mata manusia, perusahaan media sosial raksasa ini mungkin perlu mengevaluasi kembali pendekatannya di masa mendatang untuk menjaga integritas platform.