JAKARTAHYPE.COM - Rumah mode mewah asal Italia, Prada, kembali menunjukkan langkah terobosan di luar ranah fesyen konvensional. Kali ini, Prada memperkenalkan inner-layer garment yang dirancang secara spesifik untuk para astronaut NASA yang akan menjalankan misi ke bulan.
Perkenalan busana berteknologi tinggi ini dilaksanakan dalam sebuah acara yang diselenggarakan di butik Prada yang berlokasi di Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Pakaian dalam ini merupakan komponen vital dari Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG), sebuah sistem yang esensial bagi astronaut.
Fungsi utama LCVG adalah untuk memastikan suhu tubuh astronaut tetap stabil saat beroperasi di lingkungan luar angkasa yang memiliki kondisi ekstrem. Desainnya dibuat sangat pas di badan (body-hugging) dengan integrasi tabung ventilasi yang ditenun langsung ke dalam material pakaian.
Pengembangan inovatif ini merupakan hasil dari sebuah kemitraan strategis antara Prada dengan Axiom Space, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan infrastruktur luar angkasa yang berkantor pusat di Houston. Kolaborasi ini menandai masuknya industri fesyen mewah ke dalam ekosistem eksplorasi ruang angkasa.
Chief Marketing Officer (CEO) Prada, Lorenzo Bertelli, menekankan pentingnya keahlian dari berbagai sektor dalam proyek ini. "Banyak kemampuan dan pengetahuan yang sebenarnya bisa datang dari industri yang tampaknya tidak berkaitan," ujarnya seperti dikutip Reuters, Senin (8/6/2026).
Senada dengan pandangan tersebut, CEO Axiom Space, Jonathan Cirtain, juga menggarisbawahi nilai dari sinergi lintas industri ini. "CEO Axiom Space Jonathan Cirtain menyebut kolaborasi ini sebagai contoh bagaimana inovasi teknologi dapat bersumber dari berbagai sektor, termasuk fashion," kata beliau.
Langkah Prada ini melanjutkan gebrakan yang sudah dimulai pada tahun 2024 ketika mereka memperkenalkan spacesuit untuk misi Artemis NASA. Busana tersebut direncanakan akan digunakan secara resmi dalam misi pendaratan bulan melalui program Artemis 4 yang dijadwalkan terlaksana pada tahun 2028.
Menurut pakar strategi luxury brand dan profesor pemasaran di NYU Stern School of Business, Thomai Serdari, Prada telah melampaui pencapaian merek lain. "Jika sebelumnya industri fashion hanya mengambil inspirasi dari luar angkasa, kini Prada masuk ke tahap kolaborasi nyata dalam ekosistem eksplorasi ruang angkasa," jelasnya.
Thomai Serdari mengidentifikasi dua motivasi utama di balik langkah strategis ini. "Pertama, menjangkau konsumen kelas atas yang tertarik pada wisata luar angkasa. Kedua memperkuat citra brand sebagai pelopor pemikiran avant-garde," tuturnya.