JAKARTAHYPE.COM - Sebuah terobosan di dunia fashion adaptif kini menjadi sorotan publik setelah berhasil dikembangkan oleh sekelompok mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Kelima mahasiswi dari program studi Bisnis Kreatif UI ini menciptakan sebuah produk pakaian dalam inovatif yang dikhususkan bagi kelompok rentan.
Produk yang mereka beri nama "Rekat" ini merupakan inovasi adaptive wear berupa bra tanpa kawat yang dilengkapi dengan sistem pengunci magnetik di bagian depan (front magnetic interlock). Inovasi ini bertujuan utama untuk mengatasi kesulitan yang sering dihadapi lansia dan penyandang disabilitas saat mengenakan bra konvensional.
Ide brilian ini berawal dari sebuah tugas kuliah di semester enam, yang kemudian mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing mereka, Baskoro. Desain Rekat secara spesifik menargetkan individu dengan keterbatasan motorik, gangguan saraf, hingga penyandang autoimun.
Kelima mahasiswi tersebut memperkenalkan Rekat melalui akun Instagram mereka yang kini telah menarik perhatian luas. Mereka adalah Quency Nova Mardira, Aulia Attaya, Patricia Revi, Nayang Nurizah, dan Annas Tasya, yang semuanya berasal dari Jakarta.
Gagasan pembuatan Rekat muncul setelah mereka menyadari bahwa aktivitas sederhana seperti memakai pakaian dalam bisa menjadi tantangan besar bagi sebagian masyarakat. Mereka melakukan wawancara mendalam dan user testing terhadap lansia serta penyandang disabilitas tak tampak (invisible disabilities).
Hasil riset menunjukkan bahwa pengait bra di bagian belakang seringkali sulit dijangkau, sementara kawat penyangga dapat menyebabkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit jika digunakan dalam waktu lama. Tim ini menyimpulkan bahwa masalah terletak pada desain produk yang ada di pasar, bukan pada kondisi fisik penggunanya.
Oleh karena itu, mereka memulai riset mendalam dari awal, termasuk berkonsultasi dengan pelaku industri seperti Booka Lingerie. Proses pengembangan melibatkan pembongkaran sampel pakaian dalam dan pembuatan prototipe manual menggunakan kain micro spandex yang diklaim sangat lembut.
"Kami percaya dari inovasi kecil bisa jadi langkah yang besar. Temui Rekat, sebuah lingerie, bukan alat medis," demikian tertulis dalam unggahan akun Instagram mereka, menekankan bahwa produk ini mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan diri pengguna.
Inspirasi utama pengembangan Rekat ternyata datang dari lini kosmetik global milik artis Hollywood, Selena Gomez, yaitu Rare Beauty, yang mengutamakan keramahan bagi disabilitas. "Awalnya inspired by Rare Beauty-nya Selena Gomez yang bikin semua produknya disabilitas friendly, seperti parfum dengan spray datar. Dari situ kita mikir, apa ya yang kita pakai sehari-hari sebagai perempuan? Oh iya, bra," jelas Quency Nova Mardira, salah satu penggagas, saat dikonfirmasi oleh Wolipop.