SINGAPURA, JakartaHype.com – SKAI Restaurant di Swissôtel The Stamford, Singapura, menyajikan pengalaman kuliner istimewa bertajuk "Disney's Winnie the Pooh and Friends" yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pengunjung akan diajak menikmati hidangan premium dengan latar belakang panorama cakrawala Singapura yang memukau. Pengalaman "Tea with a Little Hunny" ini dirancang oleh Executive Chef Enver Can Gumus dan Executive Pastry Chef Yong Ming Choong, menerjemahkan kisah persahabatan Winnie the Pooh dan teman-temannya menjadi rangkaian hidangan manis dan gurih yang membangkitkan nostalgia.
Di balik pesona karakter Disney yang mendunia, sajian istimewa ini turut mengangkat kekayaan madu murni dari berbagai daerah di Indonesia. "Kehadiran madu asal Indonesia tidak sekadar menjadi pemanis, namun menjadi bagian penting dari perjalanan gastronomi yang memperkenalkan keragaman rasa dan warisan kuliner Indonesia kepada para tamu dari berbagai negara yang berkunjung ke Singapura," ujar Elizabeth Wan, Director of Marketing Communications, Fairmont Singapore dan Swissôtel The Stamford.
Pengalaman bersantap ini mengajak tamu untuk mencicipi tiga jenis madu murni Indonesia dengan karakter rasa yang unik. Madu Hutan Hitam dari Flores, yang dipanen dari lebah liar Apis dorsata di hutan tropis, menawarkan cita rasa yang kaya. Madu Bunga Kapas dari Jawa Tengah, dihasilkan lebah madu Eropa dari nektar bunga kapas, menghadirkan rasa lembut dan ringan. Sementara Madu Akasia Gelap dari hutan gambut Jawa menawarkan karakter rasa yang lebih kompleks dengan sentuhan karamel alami.
Ketiga jenis madu ini dipadukan dengan berbagai hidangan untuk menunjukkan fleksibilitas dan kualitas madu Indonesia sebagai bahan premium dalam sajian gastronomi internasional. "Pengalaman yang memadukan narasi, karakter, aktivitas, dan suasana terbukti mampu menciptakan ikatan emosional," tambah Elizabeth Wan, mengutip riset Kementerian Pariwisata RI yang menunjukkan 23,5% kontribusi destinasi tematik terhadap minat konsumen.
Pengalaman "Tea with a Little Hunny" ini selaras dengan tren destinasi tematik yang berkembang pesat di industri makanan dan minuman Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pengunjung kini mencari lebih dari sekadar rasa; mereka mendambakan narasi, suasana, dan interaksi yang menciptakan pengalaman emosional mendalam. Penggunaan bahan-bahan alami dengan identitas geografis kuat, seperti madu murni Indonesia, juga semakin menonjolkan asal-usul pangan dan cerita di balik setiap hidangan.
Berdasarkan statistik Singapore Tourism Board (STB), Singapura mencatat 16,9 juta kunjungan wisatawan internasional sepanjang 2025, dengan Indonesia sebagai pasar sumber wisatawan terbesar kedua. Sekitar 2,44 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Singapura pada tahun yang sama, menegaskan peran vital Indonesia dalam sektor pariwisata Negeri Singa dan minat kuat masyarakatnya terhadap destinasi tersebut.
Rangkaian kreasi pastry yang dihadirkan secara apik merepresentasikan karakter-karakter dari Hundred Acre Wood. "Blushing Strawberry Delight" menampilkan kelembutan Piglet melalui perpaduan stroberi dan krim ringan. "Golden Hunny Lemon Choux", terinspirasi dari Winnie the Pooh, memadukan madu, lemon, dan krim mascarpone Chantilly dalam bentuk balon, sebagai penghormatan terhadap kecintaan Pooh pada madu.
Petualangan rasa berlanjut dengan "Gentle Meadow Cream Tart", perpaduan krim keju vanila, orange compote, spons matcha, dan popping candy yang membangkitkan nuansa padang rumput. "Nectar Garden" memadukan persik putih, madu Manuka, granola buatan sendiri, serta gelato yogurt, sebagai interpretasi modern kegemaran Pooh menikmati madu.
Pada sajian gurih, Chef Enver menghadirkan "Garden Harvest Basket" yang terinspirasi dari Rabbit, dengan hummus wortel dan crumble menyerupai tanah perkebunan. "Picnic Blanket Roll" memadukan krim bit truffle, Parma ham, dan kaviar minyak zaitun dalam pink focaccia. Sementara "Herb Garden" mengombinasikan labneh, saus kacang polong hijau, dan crouton renyah untuk menangkap semangat ceria Tigger.