JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, mencatat sejarah baru dengan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Tiongkok, Yuan. Langkah ini menandai pertama kalinya Indonesia menerbitkan instrumen pembiayaan yang dikenal sebagai Panda Bond.

Penerbitan perdana ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 7 miliar yuan, yang jika dikonversikan setara dengan Rp18,5 triliun. Nilai tukar yang digunakan dalam perhitungan ini adalah Rp2.647 per yuan, menunjukkan besarnya nilai transaksi ini bagi keuangan negara.

Panda Bond yang diterbitkan terdiri dari dua seri dengan jangka waktu yang berbeda. Seri pertama, RICNY0729, memiliki nilai penerbitan 5,6 miliar yuan dengan kupon sebesar 1,90 persen dan akan jatuh tempo pada 30 Juli 2029.

Sementara itu, seri kedua, RICNY0731, diterbitkan senilai 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19 persen dan dijadwalkan jatuh tempo pada 30 Juli 2031. Kedua surat utang ini memiliki tanggal penetapan harga (pricing) pada 23 Juli 2026 dan tanggal penyelesaian transaksi (setelmen) pada 30 Juli 2026.

"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," demikian tertulis dalam keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Jumat (24/7). Pernyataan ini menekankan strategi pemerintah dalam memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan.

Transaksi penerbitan Panda Bond ini mendapat sambutan luar biasa dari para investor di pasar domestik Tiongkok. Total pesanan (peak orderbook) mencapai sekitar 17 miliar yuan, yang menghasilkan rasio permintaan terhadap penawaran (bid-to-cover ratio) sebesar 2,4 kali.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di China, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat," demikian disampaikan dalam keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan Panda Bond ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Hal ini menunjukkan bahwa penerbitan ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan rutin negara.

Surat Utang Negara Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini telah memperoleh peringkat kredit AAA dengan outlook Stabil dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. Peringkat tinggi ini mengindikasikan tingkat kepercayaan yang kuat terhadap kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban finansialnya.