JAKARTAHYPE.COM - Indonesia tengah berada di ambang penemuan kekayaan mineral yang sangat signifikan, tersimpan di dasar laut nusantara. Kekayaan ini dipercaya dapat menjadi penentu utama dalam peta jalan energi global di masa depan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara eksplisit menyatakan bahwa mineral laut dalam kini memiliki peran strategis yang krusial. Hal ini seiring dengan tren dunia yang bergeser jauh dari ketergantungan pada energi fosil menuju sumber energi baru terbarukan.
Keterbatasan sumber daya tambang konvensional di daratan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong upaya pencarian mineral di kedalaman laut. Kebutuhan mineral untuk teknologi hijau juga terus meningkat secara signifikan.
"Era energi fosil telah mencapai batas, dan kini dunia bergerak menuju energi alternatif berbasis mineral," ungkap Cahyo Dwi Aryanto, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN.
Menurut pandangan BRIN, terdapat tiga jenis deposit mineral utama yang menjadi incaran eksplorasi oleh banyak negara di seluruh dunia. Tiga jenis tersebut meliputi nodul polimetalik, sulfida masif dasar laut, serta kerak feromangan yang kaya akan kandungan kobalt.
Indikasi keberadaan mineral bernilai tinggi tersebut telah terdeteksi di beberapa wilayah perairan Indonesia yang dianggap strategis. Lokasi tersebut membentang dari Kawio Barat di wilayah Sangihe, Komba Ridge di Flores, hingga perairan Jailolo di Halmahera Barat dan Cekungan belakang Busur Banda.
Salah satu temuan penting yang diungkapkan oleh tim peneliti berasal dari kawasan Komba dan Banda. Di sana, mereka mengidentifikasi adanya anomali suhu air laut yang justru menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya kedalaman perairan.
Fenomena peningkatan suhu air laut pada kedalaman ekstrem ini mengindikasikan adanya sistem hidrotermal yang aktif. Sistem tersebut merupakan pembawa kandungan logam dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi industri teknologi masa depan.
Mineral yang berhasil teridentifikasi dalam sistem hidrotermal aktif tersebut mencakup tembaga, seng, perak, hingga emas. Komoditas ini sangat vital untuk mendukung pengembangan teknologi energi bersih, terutama dalam pembuatan baterai dan infrastruktur energi terbarukan.