JAKARTAHYPE.COM - Di tengah hiruk pikuk dunia modern yang dipenuhi tekanan informasi dan ketegangan global, sebuah ruang refleksi dihadirkan untuk mengajak masyarakat menengok ke dalam diri. Pameran tunggal bertajuk “Matahari dan Bayangan” menjadi wadah bagi pengunjung untuk menemukan ketenangan batin.
Pameran seni ini merupakan karya dari seniman Imes Paskalia dan dikurasi oleh Afrizal Malna, resmi dibuka untuk umum mulai 26 Juni hingga 13 Juli 2026. Tempat penyelenggaraannya berada di Lantai 8 Gedung Ali Sadikin, Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL CURATED, kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Pembukaan pameran ini menandai pemanfaatan Selasar Nashar sebagai Artspace utama di Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated. Ruang seni ini dirancang terintegrasi dengan ekosistem hospitality sebagai wadah pertemuan antara seni kontemporer dan masyarakat luas.
Selasar Nashar yang bertempat di lantai delapan gedung tersebut berfungsi sebagai titik temu antara karya, gagasan, dan publik. Hal ini bertujuan menghadirkan pengalaman seni yang melekat langsung dalam ruang yang mudah diakses oleh siapa pun di sekitar kawasan TIM.
Imes Paskalia melalui pameran ini tidak bermaksud menambah kebisingan dunia, melainkan mengajak audiens untuk sejenak berhenti dari arus informasi yang padat. Pameran ini secara khusus mengundang audiens untuk masuk ke ruang introspeksi mendalam.
Metafora utama yang digunakan dalam pameran ini adalah cahaya dan bayangan, yang berfungsi sebagai alat untuk membaca ulang pengalaman menjadi manusia di era modern saat ini. Karya-karya yang dipamerkan mencakup lukisan cat minyak, drawing berbasis charcoal, serta berbagai eksplorasi medium lainnya.
Kurator pameran, Afrizal Malna, merumuskan tema pameran ini sebagai ruang reflektif yang mengaitkan seni, psikologi, serta pengalaman eksistensial manusia. Dikutip dari kurator, "Melalui pendekatan ini, pameran tidak hanya menjadi presentasi karya visual, tetapi juga ruang dialog tentang bagaimana manusia terus menciptakan dirinya melalui teknologi, seni, dan ingatan."
Lebih lanjut, konsep "bayangan" dalam pameran ini juga dieksplorasi melalui referensi budaya dan filsafat, termasuk estetika wayang Jawa. Bayangan diinterpretasikan sebagai ruang di antara diri dan dunia, serta antara realitas dan ilusi yang tersembunyi.
Selain pameran utama, serangkaian program publik juga telah disiapkan, meliputi pertunjukan tari kontemporer yang terinspirasi dari karya Imes Paskalia. Akan diadakan pula tur kuratorial bersama seniman dan kurator, serta diskusi publik yang menghadirkan pakar seni dan psikologi.