JAKARTAHYPE.COM - Kematian umumnya merupakan peristiwa tunggal dalam kehidupan seseorang, namun beberapa individu melaporkan pengalaman mendekati kematian atau mati suri. Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah dari seorang ilmuwan perempuan bernama Ingrid Honkala, yang mengklaim telah merasakan kematian sebanyak tiga kali.
Ingrid Honkala adalah seorang ilmuwan dengan gelar PhD di bidang Ilmu Kelautan, yang juga pernah meniti karier di NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Pengalaman luar biasa ini menurutnya dimulai sejak usia dini dalam hidupnya.
Kejadian kematian pertamanya terjadi ketika ia baru berusia dua tahun, setelah ia jatuh ke dalam tangki berisi air es di kediamannya. Saat itu, pembantu rumah tangga keluarga sedang berada di ruangan lain, menambah unsur bahaya dalam insiden tersebut.
Secara mengejutkan, ibu Honkala yang saat itu sudah berangkat kerja mendadak berbalik arah pulang tanpa alasan yang jelas. Sang ibu kemudian berhasil menarik Ingrid keluar dari tangki air es dan segera melakukan resusitasi, menyelamatkan nyawanya.
Honkala meyakini bahwa insiden ini bukanlah sekadar kebetulan, karena saat kesadarannya hilang selama beberapa menit, ia merasa melihat ibunya berjalan pergi dan menyampaikan pesan mendesak mengenai situasi di rumah. Ketika ia menceritakan hal ini kepada sang ibu, detail penglihatannya ternyata cocok dengan kejadian sebenarnya.
"Pada saat itu, seperti ada bentuk komunikasi di antara kami, tetapi bukan melalui kata-kata, melainkan melalui kesadaran," kata Honkala, Dikutip dari Vice, Kamis (7/5/2026).
Pengalaman tenggelam di tangki air es itu menjadi gambaran awal bagi dua 'kematian' lain yang ia alami di kemudian hari. Kematian kedua terjadi saat ia berusia 25 tahun akibat kecelakaan sepeda motor, dan kematian ketiga pada usia 52 tahun saat tekanan darahnya anjlok selama proses operasi.
Setiap kali mengalami momen kritis tersebut, Honkala menggambarkan sensasi yang serupa: rasa takut menghilang, tubuh terasa ringan, dan yang tersisa adalah apa yang ia sebut sebagai kesadaran murni.
"Rasanya seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam yang ada di luar indra fisik kita," katanya. "Dalam keadaan itu, kesadaran terasa luas, cerdas, dan saling terhubung," ia menjelaskan.