JAKARTAHYPE.COM - Grup musik asal Melbourne/Naarm, Australia, Hiatus Kaiyote, kini merayakan satu setengah dekade perjalanan mereka dalam industri musik. Meski belum menjadi nama yang dikenal luas di setiap rumah tangga, karya-karya mereka telah mendapatkan apresiasi mendalam dari para musisi ternama dunia.
"Mereka mungkin bukan nama rumah tangga, tetapi para seniman yang menjadikan Hiatus Kaiyote sebagai penggemar mereka tentu saja begitu," demikian kutipan yang disampaikan.
Musik Hiatus Kaiyote merupakan perpaduan unik antara futuristic soul, jazz, funk, R&B, dan hip-hop. Genre yang inovatif ini telah memikat hati para ikon musik seperti Beyoncé, Jay-Z, Drake, dan Kendrick Lamar, yang bahkan turut mengambil sampel dari karya mereka.
Tak hanya itu, musisi sekaliber Pharrell Williams, SZA, dan mendiang Prince juga diketahui mengagumi musik yang dibawakan oleh quartet ini. Mereka juga berada di bawah naungan Brainfeeder, label rekaman ternama milik Flying Lotus.
Bahkan, Doja Cat, peraih Hottest 100, pernah membawakan ulang lagu mereka yang berjudul "Red Room" dalam sesi BBC Live Lounge. "Dia menambahkan vocal run yang sangat sulit untuk saya lupakan," ujar vokalis Hiatus Kaiyote, Nai Palm, saat berbincang dengan Tom Ravenscroft dari Double J.
Nai Palm mengungkapkan bahwa mendengar interpretasi orang lain terhadap musik mereka justru memberikan inspirasi balik. "Ada bagian vokal dalam lagu kami 'The World It Softly Lulls' yang kami bawakan secara langsung, ternyata terinspirasi dari cara potongan sampel pada lagu Beyoncé dan Jay-Z berjudul '713' dipotong," jelasnya.
Perayaan 15 tahun ini akan ditandai dengan serangkaian konser anniversary yang akan digelar di Brisbane, Sydney, dan Melbourne. Nai Palm mengakui bahwa meskipun ia bukan tipe orang yang terlalu memikirkan angka, "terasa keren ada ritual seputar angka seperti itu."
Dalam persiapan konser perayaan ini, Nai Palm merasa tertantang untuk merangkum empat album ke dalam pertunjukan berdurasi dua jam. "Bagaimana kami memasukkan [empat] album ke dalam pertunjukan dua jam? Itu sangat menyenangkan," kata Nai Palm, yang baru saja kembali dari Papua Nugini setelah menjadi mentor program Musik Blok milik sesama seniman Ngaiire.
Grup ini dikenal kerap menyajikan ide-ide musikal yang kompleks dalam durasi singkat, terinspirasi dari berbagai hal mulai dari ritual kawin siput macan tutul hingga karya-karya Hayao Miyazaki. Mereka juga dikenal berani menginterpretasikan ulang lagu-lagu dari Gorillaz, Jefferson Airplane, dan bahkan "Jolene" milik Dolly Parton bersama Emma Donovan.