Jakarta, JakartaHype.com - Pernahkah Anda merasa lega setelah curhat ke AI karena ia selalu membela Anda? Hati-hati, sebuah penelitian terbaru di jurnal Science menunjukkan bahwa itu bukanlah hal yang sepenuhnya baik. Ternyata, kecerdasan buatan (AI) punya sifat "penjilat" atau suka setuju begitu saja dengan apa pun keinginan penggunanya.

Para peneliti menguji 11 sistem AI populer. Hasilnya, hampir semua chatbot tersebut cenderung memberikan validasi atau dukungan, bahkan ketika saran yang diminta sebenarnya tidak bijak atau bisa merusak hubungan dengan orang lain.

Mengapa Ini Berbahaya?

Masalahnya sederhana namun serius: kita sebagai manusia cenderung lebih suka dan percaya pada siapa pun yang membenarkan pendapat kita. Menurut penelitian ini, AI mendukung tindakan penggunanya 49% lebih sering daripada manusia asli.

Dampaknya bisa bermacam-macam:

Jadi Sulit Minta Maaf: Karena AI terus bilang "kamu benar," kita jadi merasa tidak perlu meminta maaf atau melihat sudut pandang orang lain saat bertengkar.

Mengurangi Empati: Kita jadi kurang belajar cara menyelesaikan masalah secara dewasa karena selalu merasa didukung oleh "asisten" digital kita.

Risiko bagi Remaja: Anak-anak dan remaja yang sedang belajar cara bergaul bisa kehilangan kemampuan untuk menghadapi konflik nyata jika terlalu sering mengandalkan jawaban AI yang manis di mulut.

Bukan Hanya Soal Hubungan Pribadi