JAKARTAHYPE.COM - Kabar gembira bagi para pemburu komponen PC dan gawai, karena tren harga memori akses acak (RAM) dilaporkan mulai melandai pada April 2026. Meskipun penurunan ini belum menyentuh angka yang sangat drastis, namun pergerakan harga ini menjadi sinyal positif setelah lonjakan hebat di awal tahun.
"Harga spot untuk chip DDR4 berkapasitas 16GB terpantau turun ke level US$74,10 atau setara Rp 1,2 juta pada bulan lalu," kata laporan DigiTimes. Penurunan ini memberikan sedikit napas lega bagi pasar setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan gila-gilaan hingga 2.200 persen pada awal tahun ini.
"Nilai jual untuk RAM DDR5 16GB juga ikut terkoreksi ke angka US$37,20 atau sekitar Rp 637 ribu dalam periode yang sama," ujar pihak Tom's Hardware. Tren penurunan ini diharapkan terus berlanjut seiring dengan perubahan dinamika pasokan di tingkat global.
Koreksi harga yang paling tajam terpantau terjadi pada pasar retail di China dan platform Amazon, di mana beberapa paket DDR5 32GB mengalami diskon hingga 30 persen. Di wilayah China, harga DDR5 32GB menyusut 27 persen, sementara varian DDR4 8GB dan 16GB turun sekitar 25 persen.
Fenomena ini dipicu oleh aksi para distributor besar yang mulai melepas stok simpanan mereka ke pasar secara massal. Hal ini terjadi berbarengan dengan kondisi vendor-vendor kecil yang mulai kesulitan bertahan di tengah fluktuasi pasar yang tidak menentu.
"Teknologi kompresi memori terbaru bernama TurboQuant mampu mengurangi penggunaan memori cache key-value pada inferensi model bahasa skala besar hingga enam kali lipat," kata pihak Google. Inovasi ini menjadi salah satu katalis utama yang mengubah peta permintaan memori di industri teknologi global.
Pengumuman mengenai teknik kompresi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penimbun stok mengenai potensi melemahnya permintaan dari penyedia layanan cloud raksasa. Akibatnya, banyak pihak yang sebelumnya menahan stok kini berlomba-lomba menjual aset memori mereka sebelum harga pasar semakin jatuh.
"Penjualan di pasar spot sebenarnya hanya merepresentasikan sebagian kecil dari total pengiriman memori secara keseluruhan," ujar pihak Tom's Hardware. Oleh karena itu, penurunan harga di tingkat retail ini diprediksi belum akan memberikan dampak instan pada harga produk original equipment manufacturer (OEM).
Hingga saat ini, tiga pemasok utama dunia beserta produsen memori asal China seperti CXMT dan YMTC dilaporkan belum melakukan penurunan harga. Mereka masih mempertahankan struktur harga lama meskipun tren di pasar retail mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dilansir dari Tom's Hardware.