JAKARTAHYPE.COM - Presenter ternama Ruben Onsu baru-baru ini telah menuntaskan rangkaian ibadah umrahnya di Tanah Suci Mekkah. Perjalanan spiritual ini menyajikan tantangan tersendiri mengingat kondisi alam yang dihadapi saat itu.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Ruben adalah suhu udara ekstrem yang dilaporkan mencapai angka 50 derajat Celsius. Kondisi cuaca yang sangat panas ini menjadi ujian nyata bagi para jamaah yang tengah beribadah.
Meskipun dihadapkan pada panas yang menyengat, Ruben Onsu mengungkapkan bahwa ia justru mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Pengalaman ini membawanya pada penemuan ketenangan batin yang mendalam.
Ruben secara khusus menyoroti betapa teriknya suhu di Arab Saudi tersebut, khususnya saat melaksanakan salat Jumat. Momen ibadah kolektif tersebut terasa jauh lebih menantang karena paparan panas yang intens.
Ia juga menceritakan dampak nyata dari suhu tinggi tersebut terhadap perangkat elektronik pribadinya. Bahkan disebutkan bahwa ponsel miliknya tidak dapat digunakan terlalu lama karena cepat mengalami peningkatan suhu.
Saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari Rabu (1/7/2026), Ruben membagikan kesannya mengenai pengalaman tersebut. Momen itu menjadi penutup perjalanan spiritualnya yang berkesan.
Mengenai kondisi ekstrem yang ia alami, Ruben memberikan kesaksian yang cukup menarik mengenai tantangan teknologi di tengah terik matahari. "Mantap. Salat Jumat nyampe 50 derajat. Handphone pun nggak bisa kepegang. Baru ngeluarin berapa menit sudah panas. Jadi semuanya mantap deh pokoknya," kata Ruben Onsu saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026).
Pengalaman menjalani ibadah di bawah terik 50 derajat Celsius tersebut, menurut Ruben, justru menguatkan tekad dan fokus spiritualnya. Ia berhasil melewati tantangan fisik tersebut demi kekhusyukan dalam beribadah.
Dilansir dari berbagai sumber yang meliput kepulangannya, Ruben Onsu tampak membawa aura positif setelah menyelesaikan ibadah umrahnya. Ia bersyukur dapat menyelesaikan kewajiban agamanya dalam kondisi tersebut.