JAKARTAHYPE.COM - Kekuatan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,4 dilaporkan telah mengguncang wilayah Pantai Utara Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Jumat pagi, 5 Juni 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan klarifikasi bahwa guncangan tersebut dipastikan tidak menimbulkan potensi bahaya tsunami bagi wilayah pesisir.

Peristiwa getaran bumi ini tercatat terjadi pada waktu yang spesifik, yakni pukul 06.28.33 WIB, menurut data yang dihimpun oleh BMKG.

Lokasi episenter gempa bumi tersebut teridentifikasi berada pada titik koordinat 0,15 derajat Lintang Selatan dan 123,13 derajat Bujur Timur.

Secara geografis, pusat gempa tersebut terletak di perairan sekitar 72 kilometer arah timur laut dari Pulau Puah, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman hiposenter mencapai 99 kilometer.

Mengenai mekanisme terjadinya gempa, BMKG mengidentifikasi bahwa ini merupakan gempa bumi menengah yang dipicu oleh deformasi batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi," ujar Wijayanto, Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan tertulisnya pada hari Jumat.

Wijayanto juga menambahkan detail mengenai pergerakan tektonik yang mendasari guncangan tersebut. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Wijayanto.

Dampak dari guncangan ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitar dengan tingkat intensitas yang bervariasi sesuai jaraknya dari pusat gempa.