JAKARTAHYPE.COM - Meta, raksasa teknologi di balik Facebook dan Instagram, dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan untuk menyewa daya komputasi dalam jumlah besar dari Anthropic. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapabilitas kecerdasan buatan (AI) mereka.

Kesepakatan yang sedang dibahas ini diperkirakan memiliki nilai finansial yang sangat signifikan. Potensi nilai transaksi yang disebutkan mencapai angka 10 miliar dolar Amerika Serikat, menunjukkan skala ambisi Meta dalam mengembangkan teknologi AI.

Pihak yang terlibat dalam negosiasi ini adalah Meta, yang membutuhkan sumber daya komputasi besar, dan Anthropic, sebuah perusahaan riset AI yang dikenal dengan model bahasa canggihnya. Pembicaraan ini masih berada pada tahap awal namun menunjukkan keseriusan kedua belah pihak.

Sumber internal yang mengetahui diskusi ini mengungkapkan bahwa penyewaan daya komputasi akan difokuskan pada kebutuhan pelatihan model AI berskala besar. Hal ini krusial untuk kemajuan dalam berbagai aplikasi AI yang sedang dikembangkan oleh Meta.

"Meta sedang terlibat dalam pembicaraan untuk menyewa kekuatan komputasi dari Anthropic," demikian informasi yang beredar, mengindikasikan fokus utama pada infrastruktur AI.

Potensi nilai dari kesepakatan ini sendiri sangatlah besar, yaitu mencapai 10 miliar dolar AS. Angka ini menggarisbawahi betapa pentingnya investasi dalam sumber daya komputasi bagi perusahaan teknologi besar saat ini.

Alasan di balik penjajakan kerja sama ini adalah kebutuhan Meta yang terus meningkat akan daya pemrosesan yang kuat. Pengembangan model AI yang semakin canggih memerlukan sumber daya komputasi yang masif dan terkini.

Meskipun detail spesifik mengenai bagaimana penyewaan ini akan dilakukan belum sepenuhnya terungkap, namun diperkirakan akan melibatkan akses Meta ke infrastruktur komputasi milik Anthropic. Hal ini akan memungkinkan Meta untuk mempercepat riset dan pengembangan AI mereka.

"Meta ingin memanfaatkan sumber daya komputasi yang dimiliki oleh Anthropic," ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan keinginan Meta untuk akses ke infrastruktur AI.