JAKARTAHYPE.COM - Raksasa teknologi Cupertino, Apple, baru-baru ini mengumumkan peluncuran resmi platform terbarunya yang dinamakan Apple Business. Platform ini dirancang sebagai pusat layanan komprehensif yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional berbagai sektor bisnis.
Langkah ini menandakan upaya Apple untuk memperkuat posisinya tidak hanya di pasar konsumen, tetapi juga mendominasi ranah korporat yang selama ini banyak dikuasai oleh kompetitor lain. Apple Business menyatukan berbagai kapabilitas yang bertujuan mempermudah pengelolaan teknologi Apple di lingkungan kerja.
Susan Prescott, wakil presiden pemasaran perusahaan dan pendidikan Apple, menyoroti pentingnya peluncuran ini bagi komitmen jangka panjang perusahaan. "Apple Business adalah lompatan signifikan pada komitmen kami selama beberapa dekade untuk membantu perusahaan semua ukuran untuk memanfaatkan kekuatan produk dan layanan Apple," dikutip dari Apple Newsroom, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Prescott menjelaskan bahwa fokus utama platform ini adalah kesederhanaan dan keamanan dalam pengelolaan aset teknologi perusahaan. "Kami menyatukan penawaran bisnis terkuat Apple dalam satu platform yang sederhana dan aman, menghadirkan fitur utama untuk organisasi di tiap tahap dan sektor, termasuk manajemen perangkat bawaan, alat kolaborasi dan cara tambahan menjangkau pelanggan baru," jelasnya.
Salah satu fitur inti yang ditawarkan adalah Manajemen Perangkat Seluler (MDM) yang sudah terintegrasi secara bawaan. Fitur ini memungkinkan organisasi untuk memantau tampilan perangkat Apple serta melakukan pengaturan perangkat milik organisasi melalui satu antarmuka terpusat.
Apple Business juga menyediakan peningkatan layanan pendukung seperti opsi pemberian penyimpanan iCloud yang ditingkatkan untuk kebutuhan perusahaan. Selain itu, dukungan AppleCare+ for Business dan aplikasi pendamping Apple Business turut melengkapi ekosistem layanan yang ditawarkan.
Platform ini memfasilitasi pembuatan Akun Apple Terkelola secara otomatis bagi karyawan, dengan integrasi penyedia layanan identitas terkemuka seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID. Ini menyederhanakan proses onboarding dan manajemen identitas digital karyawan.
Tersedia pula kemampuan untuk membuat grup berdasarkan fungsi atau tim, memudahkan distribusi aplikasi melalui App Store, serta akses API untuk data perangkat, pengguna, audit, dan layanan MDM. Hal ini memberikan kontrol granular kepada departemen IT.
Apple Business juga mengintegrasikan alat manajemen yang sebelumnya terpisah, khususnya yang ada di Apple Business Connect. Tujuannya adalah mempermudah bisnis mengatur dan mengelola representasi merek serta lokasi mereka di seluruh layanan dan aplikasi Apple.