JAKARTAHYPE.COM - Google baru-baru ini menggemparkan industri teknologi dengan peluncuran ChromeOS Flex, sebuah sistem operasi berbasis cloud yang ditujukan untuk menghidupkan kembali komputer pribadi atau Mac yang sudah usang. Inovasi ini merupakan hasil pengembangan pasca akuisisi Neverware, perusahaan di balik sistem operasi CloudReady.

Sistem operasi baru ini secara spesifik menyasar sektor pendidikan dan korporasi yang masih mengandalkan banyak perangkat keras lama dengan performa yang mulai menurun drastis seiring waktu. Dengan ChromeOS Flex, perangkat tersebut dapat dimodernisasi tanpa perlu membeli unit baru.

Proses revitalisasi dilakukan dengan menghapus sistem operasi lama seperti Windows atau macOS, lalu menggantinya dengan ChromeOS Flex yang dikenal lebih ringan dan sangat bergantung pada komputasi awan. Hal ini memastikan stabilitas sistem tetap terjaga meski dijalankan pada spesifikasi perangkat yang rendah.

Thomas Riedl, Direktur Produk ChromeOS untuk Enterprise dan Education, menegaskan bahwa pengalaman pengguna yang ditawarkan ChromeOS Flex hampir tidak dapat dibedakan dari ChromeOS standar. Fitur esensial seperti Google Assistant, browser Chrome, hingga integrasi dengan ekosistem Android tetap tersedia.

"Dengan Chromebook, Chromebox, dan Chromebase, Anda akan mendapatkan optimasi menyeluruh antara perangkat keras dan perangkat lunak dengan keamanan kuat serta ekosistem aplikasi terbesar melalui Google Play Store," tulis Riedl dalam sebuah blog, dilansir dari Gizmodo, Senin (13/4/2026).

Google menjamin bahwa ChromeOS Flex dibangun di atas basis kode yang sama dengan ChromeOS reguler. Implikasinya, sistem ini akan menerima dukungan keamanan dan pembaruan rutin dengan jadwal yang sama seperti perangkat Chromebook.

Keunggulan lain adalah kemampuannya untuk dikelola secara terpusat; bagi perusahaan yang menggunakan kombinasi perangkat lama dan Chromebook baru, manajemen dapat dilakukan melalui satu konsol admin Google menggunakan Chrome Enterprise Upgrade. Ini sangat memudahkan proses migrasi saat terjadi peningkatan perangkat keras.

Secara mengejutkan, Google mengklaim bahwa ChromeOS Flex mampu berjalan bahkan pada perangkat yang usianya mencapai 13 tahun. Langkah ini tidak hanya menekan biaya akuisisi perangkat baru, tetapi juga secara signifikan mengurangi volume limbah elektronik global.

Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang diakui Google karena perangkat keras yang digunakan tidak dirancang khusus untuk OS ini. Beberapa keterbatasan termasuk potensi ketidaksesuaian pada shortcut keyboard tertentu, driver yang kurang optimal, bahkan dilaporkan beberapa webcam pada model MacBook tertentu tidak berfungsi.