JAKARTAHYPE.COM - Supermodel ternama asal Brasil, Gisele Bündchen, dikenal luas dengan aura keseksian alami yang terpancar, baik saat berjalan di catwalk maupun dalam sesi pemotretan majalah. Meskipun citra seksi telah mengantarkannya meraih popularitas besar, wanita berusia 45 tahun ini mengaku tidak pernah secara sengaja berusaha membangun citra tersebut.
Perempuan yang sering menjadi ikon industri fashion ini baru-baru ini membahas perjalanan kariernya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan W Magazine. Penampilan ini sekaligus menandai kembalinya ia menjadi wajah utama majalah tersebut setelah hampir dua dekade vakum dari sorotan sampul.
Gisele Bündchen menjadi bintang utama dalam edisi spesial musim panas W Magazine, yang menjadi sorotan utama dalam perbincangannya mengenai awal mula kesuksesan. Ia mengenang masa-masa ketika ia pertama kali dijuluki sebagai 'model seksi' oleh media dan industri.
Menurutnya, kesan sensual yang muncul dari dirinya adalah hasil alami dari rasa percaya diri dan kondisi kesehatannya, bukan hasil dari upaya pencitraan yang direncanakan. "Kepercayaan diri dan kesehatan memang bisa memancarkan kesan sensual secara alami, tapi bagi saya itu bukan untuk mencoba membangun citra tertentu, saya hanya menjadi diri sendiri," ujarnya, seperti dikutip dari People.
Pada fase awal meniti karier modeling, Gisele mengungkapkan bahwa ia sempat menghadapi berbagai tantangan dan penolakan saat mengikuti audisi untuk berbagai kampanye serta peragaan busana. Pengalaman pahit ini, bagaimanapun, membentuk mentalnya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi dunia hiburan.
Namun, label 'model seksi' yang kemudian melekat padanya secara tak terduga menjadi katalisator yang mempercepat laju kariernya di industri mode yang sangat kompetitif. "Begitu orang mulai mengaitkan saya dengan 'kembalinya model seksi', semuanya bergerak sangat cepat," kenangnya.
Gisele Bündchen menekankan bahwa ketangguhan mental sangat penting karena ia berulang kali mendengar kata penolakan saat menjalani casting. Pengalaman tersebut mengajarkannya untuk tidak terlalu bergantung pada penilaian orang lain mengenai harga dirinya.
"Penolakan mengajarkan saya untuk menjadi tangguh dan tidak menggantungkan nilai diri pada pendapat orang lain. Suatu hari saya terus menjalani casting dan mendengar kata 'tidak' berulang kali, lalu tiba-tiba saya bekerja tanpa henti," paparnya.
Ia juga meyakini bahwa kesuksesannya yang bertahan lama tidak hanya disebabkan oleh daya tarik fisik semata, namun juga karena pembawaan energi positif yang kuat saat berada di depan kamera. Hal ini menunjukkan adanya apresiasi lebih dari publik dan industri terhadap kepribadiannya.