JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kelompok peretas yang terafiliasi dengan Iran, Handala Hack Team, baru-baru ini mengumumkan klaim sukses mereka dalam membobol kotak masuk email pribadi milik Kash Patel, yang merupakan bos FBI. Aksi ini diklaim menghasilkan perolehan sejumlah berkas pribadi milik Patel yang kemudian langsung dipublikasikan.

Di antara data yang berhasil direbut oleh Handala terdapat beberapa foto pribadi yang cukup mengekspos kehidupan sang pejabat tinggi tersebut. Foto-foto tersebut menampilkan momen Patel sedang menghisap cerutu, mengendarai mobil antik kesayangannya, dan juga swafoto di depan cermin sambil memegang sebotol besar minuman anggur.

Selain materi visual, kelompok peretas tersebut juga mengklaim telah mendapatkan sejumlah dokumen penting lainnya dari akun email yang diserang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan data para pejabat tinggi di Amerika Serikat.

Handala secara terbuka menyatakan tantangannya terhadap Patel setelah berhasil melakukan intrusi siber tersebut. "Sekarang Patel akan menemukan namanya di antara daftar korban peretas yang berhasil," dikutip dari The Guardian, Kamis (2/4/2026).

Menanggapi insiden ini, pihak FBI telah memberikan konfirmasi bahwa akun email bos mereka memang menjadi sasaran serangan peretas yang terorganisir. Lembaga tersebut memastikan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk mengatasi potensi risiko yang timbul.

Juru bicara FBI, Ben Williamson, memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut kepada publik. "Kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi potensi risiko terkait dengan aktivitass ini. Data yang ada bersifat historis dan tidak ada informasi pemerintah," jelas Ben Williamson.

Lebih lanjut, kelompok peretas tersebut tidak hanya membocorkan foto, tetapi juga sampel dari lebih dari 300 email yang berhasil mereka akses. The Guardian mencatat bahwa korespondensi yang dipublikasikan tersebut mencakup periode antara tahun 2010 hingga 2019, baik untuk urusan pribadi maupun pekerjaan.

Reuters menyatakan bahwa mereka belum dapat memverifikasi keaslian pesan-pesan yang tersebar tersebut secara independen. Namun, alamat Gmail yang dibobol oleh Handala disebutkan cocok dengan alamat yang sebelumnya pernah terasosiasi dengan Patel dalam kebocoran data yang terjadi di masa lalu.

Selain fokus pada petinggi FBI, Handala juga mengklaim telah melakukan peretasan terhadap beberapa lembaga lain dalam waktu berdekatan. Salah satu target mereka adalah Stryker, penyedia perangkat dan layanan medis yang berbasis di Michigan, dengan serangan yang terjadi pada tanggal 11 Maret.