JAKARTAHYPE.COM - Aktivitas pembersihan wajah merupakan salah satu langkah fundamental dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari yang sering menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai frekuensi idealnya. Ada pandangan yang menganjurkan mencuci muka hanya sekali sehari, sementara pandangan lain menyarankan pembersihan dua hingga tiga kali sehari untuk menjaga kebersihan kulit.
Lauren Moy, seorang dokter bedah plastik sekaligus dermatolog yang berpraktik di Beverly Hills, menekankan pentingnya rutinitas ini, sebab selain menghilangkan kotoran, mencuci wajah secara teratur juga memaksimalkan penyerapan produk skincare ke dalam kulit.
Menurut Dr. Moy, penumpukan kotoran, minyak, serta sel kulit mati akibat kemalasan membersihkan wajah dapat menjadi pemicu utama munculnya masalah seperti komedo dan jerawat pada wajah.
Ia juga menambahkan bahwa mengabaikan kebiasaan mencuci muka secara teratur dapat mengakibatkan kulit tampak kusam, memiliki warna yang tidak merata, serta meningkatkan risiko iritasi dan peradangan, terutama bagi mereka yang rutin menggunakan riasan wajah.
Umumnya, para ahli sepakat bahwa manfaat optimal dalam menjaga kesehatan kulit dapat diraih dengan mencuci muka minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur. Kesepakatan ini didukung oleh Dr. Moy bersama Holly Mueller, perawat kosmetik sekaligus pendiri Med 44 Arcadia, dan Kseniya Kobets, direktur dermatologi kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care.
Dr. Kobets menjelaskan bahwa mencuci wajah di pagi hari sangat bermanfaat untuk menghilangkan sisa keringat, minyak, dan residu produk perawatan kulit yang menempel selama periode istirahat malam.
"Ini akan membuat kulit lebih siap sehingga skincare pagi, seperti antioksidan dan sunscreen, bisa bekerja optimal," tambah Dr. Kobets mengenai pentingnya persiapan kulit di pagi hari.
Sementara itu, pembersihan wajah pada malam hari memiliki fungsi krusial untuk mengangkat semua kotoran, polutan, dan sisa riasan yang menempel sepanjang hari, memastikan produk perawatan malam dapat terserap dengan baik.
Karena setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda, frekuensi mencuci muka harus disesuaikan dengan penggunaan pembersih (cleanser) yang tepat, sebab pemilihan produk yang keliru justru dapat menimbulkan dampak negatif pada kondisi kulit.