JAKARTAHYPE.COM - Persebaya Surabaya kini tengah memasuki tahapan krusial dalam persiapan menyambut musim kompetisi 2026-2027. Selama sepekan terakhir, skuad Green Force telah menjalani serangkaian latihan yang membuahkan optimisme tinggi di kalangan pemain.

Kehadiran dan antusiasme pemain asing, Francisco Rivera, menjadi salah satu sorotan utama dalam fase penting ini. Ia telah kembali bergabung dengan tim setelah menunaikan kewajiban bersama keluarga di kampung halamannya di Meksiko.

Kembalinya Rivera ke Surabaya bukan sekadar agenda latihan pramusim biasa. Ia merasakan adanya energi baru yang diyakininya dapat mentransformasi Persebaya menjadi tim yang lebih tangguh dan kompetitif dibandingkan musim sebelumnya.

Bagi Rivera, dimulainya musim baru sejatinya telah terasa sejak sesi latihan perdana yang dilangsungkan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Momen ini dianggap lebih bermakna daripada sekadar menunggu peluit kick-off pertandingan pertama dibunyikan.

"Saya tidak sabar untuk kembali ke Surabaya," demikian diungkapkan oleh Francisco Rivera, pemain asing yang kembali dipertahankan oleh Persebaya. Ungkapan ini menunjukkan kerinduannya untuk kembali berseragam hijau kebanggaan Bonek Mania.

Rivera menekankan pandangannya mengenai dimulainya musim baru. "Musim baru sejatinya sudah dimulai sejak latihan perdana pada Sabtu (11/7/2026), bukan ketika peluit kick-off pertandingan pertama dibunyikan," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya persiapan matang sejak dini.

Kesiapan dan semangat baru yang dibawa oleh Francisco Rivera diharapkan menjadi katalisator positif bagi seluruh anggota tim. Persebaya bertekad untuk menampilkan performa yang jauh lebih menjanjikan di kancah sepak bola nasional.

Pihak manajemen dan seluruh elemen tim Persebaya menyambut kembalinya Rivera dengan apresiasi. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat lini serang dan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.

Dikutip dari KOMPAS.com, proses persiapan yang dijalani Persebaya Surabaya ini merupakan respons terhadap tuntutan kompetisi yang semakin ketat. Fokus pada peningkatan performa individu dan kolektif menjadi prioritas utama.