JAKARTAHYPE.COM - Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat mengenai kemampuan menarik investasi asing di sektor ekosistem digital, meskipun kondisi global tengah diliputi gejolak ketidakpastian. Daya tarik ini didasarkan pada fundamental pasar domestik yang sangat menjanjikan.
Pertumbuhan adopsi digitalisasi yang terus meningkat menjadi salah satu pilar utama optimisme tersebut. Prospek pasar domestik yang besar menjadi magnet signifikan bagi para investor teknologi global.
Selain itu, perkembangan infrastruktur digital nasional yang berkelanjutan juga menjadi faktor pendukung krusial dalam upaya menarik pendanaan teknologi. Infrastruktur yang lebih baik menjamin operasional bisnis digital yang lebih efisien.
Pemerintah melihat Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi negara-negara tetangga seperti India, Vietnam, dan Singapura yang sudah dikenal memiliki layanan IT serta talenta digital yang mumpuni. Langkah strategis perlu segera diambil untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Oleh karena itu, upaya penguatan infrastruktur digital dan peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama. Kedua elemen ini esensial untuk memperkuat ekosistem digital sebagai fondasi penting bagi ekonomi domestik Indonesia.
Komite Digitalisasi Indonesia (Komdigi) telah merumuskan sebuah kerangka kerja strategis untuk mendorong ekonomi berbasis digitalisasi yang lebih kuat. Kerangka kerja ini dikenal sebagai Formula 6C.
Formula 6C tersebut mencakup enam pilar penting yaitu Connectivity, Capital, Competence Talent, Commerce, Compliance, dan Catalysis. Semua elemen ini dirancang untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif.
"Potensi ini sejalan dengan pertumbuhan adopsi digitalisasi yang terus tumbuh dengan prospek pasar yang besar serta infrastruktur digital yang terus berkembang," ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat.
"Berkaca dari India hingga Vietnam dan Singapura yang memiliki layanan IT dan talent digital yang kuat, Indonesia memiliki potensi untuk berkembang sehingga upaya penguatan infrastruktur dan daya saing SDM menjadi sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital sebagai penopang ekonomi domestik," kata Edwin Hidayat.