JAKARTAHYPE.COM - Film drama musikal asal Taiwan berjudul Sunshine Women's Choir dijadwalkan mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 20 Mei 2026 mendatang. Penayangan ini menandai kehadiran karya sinema Taiwan yang meraih predikat sebagai film terlaris sepanjang masa di negara asalnya.

Karya penyutradaraan Gavin Lin ini merupakan adaptasi resmi dari film populer Korea Selatan yang telah dirilis sebelumnya pada tahun 2010 dengan judul Harmony. Naskah film ini dikerjakan bersama oleh sutradara Gavin Lin dan Hermes Lu, menciptakan interpretasi baru dari kisah orisinal tersebut.

Dilansir dari Media Indonesia, film ini menyajikan sebuah drama yang berlatar belakang kehidupan para narapidana di dalam penjara wanita. Selain elemen drama kehidupan yang kuat, film ini juga diperkaya dengan nuansa musikal yang menjadi daya tarik utama.

Fokus utama cerita berpusat pada karakter Li Hui-Zhen, yang diperankan oleh Ivy Chen, seorang narapidana atas kasus pembunuhan suaminya yang dinilai abusif. Hui-Zhen terpaksa melakukan tindakan tersebut sebagai upaya membela diri dari kekerasan yang dialaminya.

Kehidupan di balik jeruji besi semakin kompleks karena Hui-Zhen harus melahirkan dan membesarkan putrinya, Yun-shi, di dalam sel tahanan. Kisah ini juga menampilkan narapidana lain seperti Pei-ying, Xiu-lan, dan mantan diva musik legendaris bernama Yu-ying.

Peran Yu-ying, mantan diva legendaris tersebut, dibawakan oleh aktris senior Judy Ongg, yang menambah bobot emosional pada dinamika kelompok di penjara tersebut. Para narapidana ini kemudian bersatu melalui pembentukan sebuah kelompok paduan suara.

Konflik cerita meningkat ketika Yun-shi didiagnosis mengidap penyakit mata serius yang memerlukan penanganan medis di luar penjara. Situasi ini memaksa Hui-Zhen mengambil keputusan berat untuk merelakan adopsi putrinya demi pengobatan terbaik.

Sebagai kenang-kenangan terakhir sebelum berpisah dengan putrinya, Hui-Zhen bertekad untuk menyatukan sesama narapidana dengan membentuk paduan suara. Adegan paduan suara ini menjadi sorotan utama dengan penataan musik dan koreografi yang memukau penonton.

Meskipun memiliki kekuatan signifikan pada kualitas akting para pemain dan aspek musikal, struktur narasi film ini disebut memiliki beberapa kelemahan. Disebutkan bahwa "struktur alur film ini dinilai memiliki celah karena terkadang melompat terlalu cepat ke masa depan," sebagaimana disampaikan dalam ulasan terkait.