JAKARTAHYPE.COM - Perhelatan akbar budaya kembali menghiasi langit Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dengan digelarnya lomba layang-layang Kaghati Kolope. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian warisan leluhur.
Acara yang berlangsung meriah ini mengumpulkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang antusias berpartisipasi maupun menyaksikan. Layang-layang Kaghati Kolope yang khas menjadi daya tarik utama, memukau mata para penonton dengan keindahan dan kelincahannya di udara.
Lomba ini secara spesifik bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap tradisi Kaghati Kolope kepada generasi muda. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, nilai-nilai budaya dapat terus hidup dan diwariskan ke masa depan.
"Tradisi ini adalah warisan berharga yang harus kita jaga bersama agar tidak punah," demikian ungkapan salah satu panitia yang tidak disebutkan namanya, menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam pelestarian budaya.
Keunikan Kaghati Kolope terletak pada bentuk, bahan, dan cara pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan pengunjung yang hadir.
Peserta lomba menampilkan berbagai kreasi layang-layang mereka, yang kemudian dinilai berdasarkan kriteria tertentu seperti keindahan, ketahanan terbang, dan keunikan desain. Sorak sorai penonton pun tak henti-hentinya mengiringi setiap penerbangan layang-layang.
"Saya senang bisa ikut lomba ini, rasanya bangga bisa menerbangkan layang-layang yang dibuat sendiri," ujar salah seorang peserta cilik dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar kompetisi, lomba layang-layang Kaghati Kolope ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan elemen masyarakat di Kabupaten Muna. Momen kebersamaan ini mempererat tali persaudaraan.
Pelaksanaan lomba ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan bahwa kekayaan budaya Nusantara, khususnya dari Muna, tetap relevan dan diminati oleh generasi penerus bangsa.