JAKARTAHYPE.COM - Akhir pekan lalu, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, menjadi saksi bisu perhelatan akbar bagi para penggemar hidangan berkuah ini. Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 berhasil mengumpulkan 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara.

Acara ini menjadi magnet bagi para penikmat kuliner, menawarkan kesempatan langka untuk mencicipi beragam varian bakso terbaik yang disajikan langsung oleh para pembuatnya. Para pedagang memboyong resep andalan dari daerah masing-masing.

Bakso telah lama diakui sebagai salah satu 'comfort food' favorit masyarakat Indonesia. Kombinasi sempurna antara gurihnya kuah kaldu, kenyalnya bola-bola daging, dan kesegaran sayuran pelengkap, menjadikan semangkuk bakso selalu dinanti.

Popularitas bakso tidak hanya sekadar tren kuliner sesaat, namun juga turut berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan subsektor kuliner. Sektor ini memegang peranan krusial dalam geliat ekonomi kreatif nasional.

Hal ini dibuktikan dengan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menunjukkan bahwa subsektor kuliner merupakan kontributor terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. Kontribusinya bahkan mencapai sekitar 41,06%.

"Festival ini jadi ajang pembuktian bahwa bakso bukan hanya sekadar makanan, tapi juga representasi kekayaan kuliner Indonesia yang bisa mendunia," ujar salah satu panitia penyelenggara yang enggan disebutkan namanya.

Melalui festival ini, para pedagang bakso berkesempatan untuk memperkenalkan dan memperluas jangkauan pasar mereka. Inovasi dalam penyajian dan rasa menjadi kunci utama dalam menarik minat pengunjung.

Pengunjung festival dapat menikmati berbagai macam bakso, mulai dari bakso urat yang padat, bakso halus yang lembut, hingga bakso dengan isian unik seperti keju atau jamur. Setiap gigitan menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.

Keberhasilan festival ini menegaskan kembali posisi bakso sebagai hidangan ikonik yang dicintai lintas generasi. Acara ini juga menjadi wadah apresiasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner.