JAKARTAHYPE.COM - Kelelahan yang menetap setelah bangun tidur atau munculnya perasaan cemas di dalam kamar tidur sering kali berkaitan erat dengan tata letak ranjang yang kurang optimal.
Prinsip kuno Feng Shui dari Tiongkok menganggap kamar tidur sebagai area vital karena manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya di ruang ini untuk beristirahat dan memulihkan energi.
Pengaturan posisi ranjang dalam Feng Shui bukan sekadar mempertimbangkan estetika visual ruangan, melainkan juga tentang menyelaraskan aliran energi demi mendukung kesehatan, kualitas tidur, dan keberuntungan penghuninya.
Langkah fundamental dalam penerapan Feng Shui adalah menerapkan konsep Posisi Komando, yaitu memastikan posisi berbaring memungkinkan seseorang melihat pintu masuk kamar secara jelas tanpa harus menoleh terlalu jauh.
Meskipun demikian, ranjang tidak boleh diletakkan sejajar langsung dengan pintu kamar, karena hal ini secara psikologis dapat mengurangi rasa aman dan kendali penuh seseorang atas lingkungannya.
"Posisi terbaik menurut prinsip ini adalah menempatkan ranjang secara diagonal dari arah pintu dengan bagian kepala tempat tidur bersandar pada dinding yang kokoh," demikian diungkapkan dalam pembahasan mengenai tata letak kamar tidur.
Posisi yang sangat dihindari adalah meletakkan tempat tidur lurus sejajar dengan pintu, sebab posisi kaki yang menghadap langsung ke pintu dikenal dalam Feng Shui sebagai "Coffin Position" atau posisi peti mati.
"Posisi tersebut dipercaya dapat memicu rasa terancam sekaligus mengganggu aliran energi positif," jelas sumber tersebut, menyarankan pemasangan tirai atau pembatas visual jika ruangan terasa sempit.
Sandaran kepala ranjang wajib bersandar pada dinding yang solid dan kokoh, sebab ini melambangkan dukungan dan perlindungan dalam kehidupan, dan tidak boleh diletakkan di bawah jendela.