JAKARTAHYPE.COM - Asosiasi Hotel Mataram (AHM) baru-baru ini menyatakan keprihatinannya terhadap cara promosi yang dilakukan oleh sejumlah hotel melati di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tindakan promosi tersebut dinilai telah melampaui batas kewajaran dalam etika bisnis perhotelan.
Hal ini menjadi perhatian utama karena konten promosi yang viral di media sosial tersebut dinilai sangat vulgar dan bertentangan dengan norma kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Aksi ini berpotensi besar menimbulkan dampak negatif pada citra Mataram secara keseluruhan.
Mataram selama ini dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah dan terbuka untuk semua kalangan wisatawan. Oleh karena itu, promosi yang tidak beretika ini dikhawatirkan dapat mengikis citra positif yang telah dibangun selama ini.
Ketua AHM Mataram, Made Adiyasa, secara tegas menyampaikan kekecewaan organisasinya terhadap fenomena promosi yang menyimpang ini. Ia menekankan bahwa konten tersebut sudah jauh dari standar yang seharusnya dianut oleh entitas bisnis perhotelan.
Made Adiyasa menyoroti bahwa narasi yang digunakan dalam promosi tersebut secara terang-terangan mengarah pada hal-hal yang melanggar batas kesopanan publik. Hal ini memerlukan evaluasi serius dari pihak terkait.
"Sebagai organisasi yang menaungi perkumpulan hotel, ya sayang banget cara promosinya. Menurut kita sudah kebablasan," ujar Adiyasa.
Ia melanjutkan dengan memberikan saran mengenai pendekatan promosi yang lebih baik dan bertanggung jawab ke depan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga martabat industri pariwisata lokal.
"Kenapa tidak promosi yang lebih santun, lebih bijaklah," kata Adiyasa menanggapi situasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi AHM untuk mendorong semua anggota, terutama hotel melati, agar lebih bijak dalam menyusun strategi pemasaran mereka. Hal ini penting demi menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Mataram.