JAKARTA, JakartaHype.com – Ericsson meluncurkan layanan software terbarunya, AI in RAN (Artificial Intelligence in Radio Access Network), yang menempatkan model kecerdasan buatan (AI) langsung di dalam baseband dan radio. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, dan penghematan energi seiring meningkatnya kebutuhan layanan berbasis AI pada jaringan seluler.
Layanan yang diklaim siap dikomersialkan ini memungkinkan penyedia layanan komunikasi (servis provider) mendapatkan manfaat langsung pada jaringan 5G mereka tanpa memerlukan perangkat keras tambahan. AI in RAN dirancang untuk mendukung transisi menuju RAN berbasis AI secara bertahap.
Standar Baru Kecerdasan Jaringan
AI in RAN dari Ericsson memperkenalkan beberapa kapabilitas utama:
1. Model AI Kelas Telekomunikasi: Dirancang untuk beroperasi secara real-time di dalam RAN, mampu memproses dan mengambil keputusan dalam hitungan mikrodetik. Model ini dikembangkan berdasarkan keahlian telekomunikasi mendalam dan dilatih menggunakan data berkualitas tinggi.
2. Adaptabilitas Tinggi: Software ini dapat beradaptasi dan menjadi lebih cerdas melalui pengolahan data dalam jumlah besar.
3. Dukungan Agentic AI: Memungkinkan otomasi RAN tingkat lanjut dan operasi jaringan yang lebih cerdas.
Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menyatakan bahwa AI menjadi pendorong inovasi yang menuntut konektivitas, kinerja, dan otomasi yang lebih tinggi.
"Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang, serta membantu operator memenuhi permintaan data yang lebih besar di tengah tantangan investasi," ujar Nora dalam siaran pers, Rabu (19/6/2024).
Dia menambahkan bahwa kapabilitas ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Digital 2045 dengan memperkuat fondasi jaringan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Peluang untuk Indonesia