JAKARTAHYPE.COM - Pemain bertahan Oklahoma City Thunder, Jared McCain, menampilkan persona Gen Z yang khas dengan kuku berwarna-warni dan desain kreatif, serta popularitas besar di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Sosok berusia 22 tahun ini juga dikenal sebagai penggemar berat Drake, yang ia tunjukkan saat merilis album baru sang rapper minggu lalu.

McCain menegaskan bahwa ia merasa sangat nyaman dengan dirinya sendiri, sebuah kenyamanan yang tampak terpancar saat ia bermain dalam kemenangan 122-113 atas San Antonio Spurs pada Game 2 Final Wilayah Barat, Rabu. Pemain ini telah beradaptasi dengan cepat bersama tim juara bertahan NBA tersebut.

Mengenai penampilan pribadinya yang unik, McCain menjelaskan bahwa hal tersebut sudah ia lakukan sejak masa pandemi COVID-19 dan ia tidak pernah merasa perlu menyembunyikannya. "Mengecat kuku, tarian TikTok, dan bisa melakukan itu, saya pasti mendapat kebencian untuk itu," ujar McCain kepada Andscape pasca Game 2.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada kritik, fokus utamanya selalu ada pada bola basket, meskipun orang lain mencoba mengalihkannya ke hal lain. "Saya selalu nyaman melakukannya dan nyaman dengan diri saya sendiri. Saya berterima kasih kepada orang tua dan keluarga saya karena telah memberikan kepercayaan diri itu," imbuhnya.

Dalam pertandingan tersebut, McCain menyumbang 12 poin, termasuk tiga kali tembakan tiga angka, enam rebound, dan tiga assist, bahkan bermain di menit-menit akhir kuarter keempat. Ini merupakan penampilan ke-40 McCain bersama Oklahoma City setelah ditukar di tengah musim dari Philadelphia 76ers.

Sejak babak kedua playoff dimulai, McCain rata-rata mencatatkan 10,8 poin dari bangku cadangan dalam enam pertandingan Thunder. Ia dilaporkan telah menjalin koneksi erat dengan rekan setimnya baik di dalam maupun di luar lapangan.

Alex Caruso, guard Thunder, memuji dampak positif McCain terhadap dinamika tim. "Jared telah mencerahkan bagi kami sebagai tim dari sudut pandang kepribadian," kata Alex Caruso kepada media setelah pertandingan.

Caruso melanjutkan komentarnya mengenai energi McCain yang tak pernah habis dan bagaimana hal itu memengaruhi permainan. "Dia selalu bergerak dalam serangan, yang memanipulasi pertahanan. Dia mulai memahami prinsip-prinsip kami yang lain. Energi menularnya terasa kapan pun dia berada di lapangan. Semua orang yang bermain dengannya bisa merasakannya," tambah Caruso.

Keberadaan McCain di Thunder terbilang mengejutkan, mengingat ia baru menjalani dua musim karir NBA. Mantan guard Duke itu awalnya dipilih ke-16 oleh Philadelphia 76ers pada draf NBA 2024 dan sempat menjadi favorit Rookie of the Year 2025 dengan rata-rata 15,3 poin dalam 23 laga awal.