JAKARTA, JakartaHype.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta dilaporkan tengah menghadapi tekanan ganda yang semakin berat. Di satu sisi, biaya operasional terus meningkat tajam, sementara di sisi lain, daya beli masyarakat cenderung melemah dan semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang. Kondisi ini memaksa banyak pelaku UMKM hanya mampu bertahan di tengah pasar yang kompetitif dan sensitif terhadap harga.
Peneliti Ekonomi Adrian Nalendra Perwira menilai situasi UMKM Jakarta saat ini memerlukan pembacaan yang seimbang. Meskipun secara makroekonomi Jakarta masih menunjukkan pertumbuhan positif dan konsumsi relatif terjaga, tekanan riil di level pelaku usaha kecil sangat terasa.
“UMKM Jakarta saat ini perlu dibaca secara seimbang. Dari sisi makro, ekonomi Jakarta tumbuh dan konsumsi masih positif. Tetapi masalah utama UMKM adalah margin squeeze,” ujar Adrian sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Adrian menjelaskan bahwa meskipun banyak pelaku usaha masih dapat berjualan seperti biasa, keuntungan bersih yang mereka peroleh semakin menipis akibat kenaikan biaya operasional.
“Banyak pelaku usaha masih bisa berjualan, tetapi ruang keuntungannya makin tipis karena biaya untuk beroperasi di Jakarta tinggi, sementara kemampuan menaikkan harga terbatas,” imbuhnya.
Beban Biaya Kota yang Berkelindan
Tekanan biaya yang dihadapi UMKM Jakarta datang dari berbagai sumber. Salah satu komponen yang paling signifikan adalah biaya tenaga kerja, menyusul kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 menjadi Rp 5,7 juta. Meskipun demikian, Adrian mencatat bahwa tidak semua UMKM, terutama usaha mikro, terdampak langsung karena masih mengandalkan tenaga kerja keluarga atau sistem informal.
Sektor UMKM kuliner, yang mendominasi ekosistem usaha di ibu kota, sangat sensitif terhadap fluktuasi harga bahan baku pokok seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, hingga kemasan.
“UMKM kuliner sangat sensitif terhadap harga pangan. Sementara struktur UMKM Jakarta sangat terkonsentrasi di sektor ini,” kata Adrian.