JAKARTAHYPE.COM - Balapan kelas ringan Moto3 Hungaria musim 2026 menyajikan drama yang menegangkan hingga detik-detik terakhir di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar. Insiden dramatis terjadi pada putaran penutup yang mengubah perolehan poin dan posisi akhir para peserta.
Maximo Quiles berhasil mengamankan posisi pertama dalam gelaran tersebut setelah menyelesaikan seluruh putaran dengan catatan waktu 35 menit 17,107 detik. Kemenangan ini memberikan poin maksimal bagi pembalap yang finis di garis terdepan.
Namun, perhatian utama tertuju pada kecelakaan yang melibatkan tiga pembalap kunci saat mereka melintasi garis finis di lap terakhir. Tiga nama yang terlibat dalam insiden tersebut adalah David Munoz, Brian Uriarte, dan Valentin Perrone.
Duel Klasik Asia Selatan: Afghanistan dan Pakistan Bersua di Turnamen Persahabatan Maladewa
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tergabung dalam Honda Team Asia, harus menerima kenyataan pahit. Ia dipastikan gagal meraih satu poin pun setelah insiden tersebut, mengakhiri balapannya di posisi ke-16.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika perebutan posisi ketiga sedang memanas antara para pembalap yang berada di rombongan depan. Suasana balapan berubah menjadi tegang seketika akibat manuver yang berujung fatal tersebut.
Menurut narasi yang berkembang, David Munoz menjadi salah satu korban utama dalam insiden tersebut setelah terlibat kontak fisik dengan salah satu pebalap yang menggunakan motor KTM. Kontak tersebut menyebabkan Munoz kehilangan kendali dan jatuh.
Meskipun terlibat dalam insiden horor di momen krusial tersebut, Brian Uriarte menunjukkan ketangguhan dan berhasil mempertahankan posisinya di urutan keempat klasemen akhir balapan. Hal ini menunjukkan kecepatan adaptasinya pasca insiden.
"Crash horor terjadi pada lap terakhir Moto3 Hungaria 2026," merupakan deskripsi singkat yang menggambarkan intensitas akhir balapan tersebut. Kondisi lintasan yang padat menjadi saksi bisu drama perebutan poin di Sirkuit Balaton Park.
Lebih lanjut, mengenai nasib Veda Ega Pratama, disebutkan bahwa ia "akhirnya gagal mendapat satu poin!" setelah rangkaian kejadian di lap terakhir tersebut. Ini menjadi catatan penting bagi perjalanan karir pembalap muda Indonesia di kancah internasional.