JAKARTAHYPE.COM - Al-Ahli, wakil dari Arab Saudi, sukses mengamankan trofi bergengsi Liga Champions AFC, yang merupakan edisi Asia dari kompetisi elit Eropa, Liga Champions UEFA, pada hari Sabtu. Kemenangan ini diraih dengan dramatis setelah gol penentu tercipta di babak tambahan waktu, sebuah pencapaian luar biasa mengingat mereka telah kehilangan satu pemain lebih awal.
Pertandingan final tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Al-Ahli, membuktikan ketangguhan mental tim meski menghadapi situasi sulit di lapangan. Keunggulan jumlah pemain yang hilang membuat tekanan besar menghampiri kubu tim juara bertahan tersebut menjelang akhir waktu normal.
Insiden yang mengubah jalannya pertandingan terjadi pada menit ke-68 ketika skor masih imbang tanpa gol, memicu keributan antara dua pemain. Tete Yengi dan Zakaria Al Hawsawi terlibat dalam perselisihan sengit yang kemudian meningkat menjadi kontak fisik.
Situasi memanas ketika Al Hawsawi, yang secara fisik tampak lebih pendek dari lawannya, melancarkan tindakan nekat. Bek kiri tersebut tiba-tiba melayangkan tendangan kepala secara keras ke arah pemain lawan yang bernama Tete Yengi.
Akibat dari serangan fisik yang tidak sportif tersebut, Yengi langsung tersungkur ke tanah sambil memegangi wajahnya, mengindikasikan rasa sakit yang cukup signifikan. Wasit yang menyaksikan kejadian tersebut tidak memberikan toleransi dan segera mengeluarkan kartu merah langsung untuk Al Hawsawi.
Meskipun Al Hawsawi sempat melayangkan protes atas keputusan wasit, upaya tersebut sia-sia dan ia harus meninggalkan lapangan. Keputusan ini memaksa Al-Ahli untuk menjalani sisa waktu 20 menit terakhir pertandingan dalam kondisi kekurangan satu pemain.
Para pendukung Al-Ahli dilaporkan sempat diliputi kebingungan melihat situasi kritis yang dihadapi tim kesayangan mereka, menyadari betapa beratnya tugas bertahan yang menanti di sisa waktu tersebut. Di sisi lain lapangan, Yengi tampak terbaring cukup lama setelah menerima hantaman tersebut.
Para suporter dari tim lawan dilaporkan bereaksi dengan melempar gelas dan benda-benda lainnya ke arah Yengi yang masih mendapatkan penanganan medis. Situasi sempat gaduh hingga memerlukan intervensi dari pemain kedua tim untuk menenangkan massa.
Meskipun mengalami pendarahan yang cukup parah akibat insiden tersebut, gelandang yang menjadi korban provokasi itu dilaporkan masih bisa melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan singkat di pinggir lapangan. Dikutip dari berbagai sumber, insiden ini menjadi sorotan utama di samping keberhasilan akhir Al-Ahli meraih gelar.