JAKARTA, JakartaHype.com - Nama aktor Indonesia Baskara Mahendra mendadak menjadi perbincangan luas pada Februari 2026 setelah dirinya terseret dalam konflik panas antara netizen Asia Tenggara yang dikenal sebagai “SEAblings” dan netizen Korea Selatan atau Knetz di platform X.
Baskara Mahendra bukan pihak yang terlibat langsung, tetapi fotonya digunakan dalam narasi bernada rasis yang kemudian memicu reaksi besar dari warganet lintas negara.
Perseteruan sebenarnya tidak dimulai dari Baskara. Konflik bermula dari insiden di sebuah konser K-pop di Kuala Lumpur ketika sejumlah fansite asal Korea Selatan membawa kamera profesional yang dilarang oleh aturan venue. Hal tersebut menimbulkan ketegangan dengan penonton lokal karena dianggap mengganggu.
Perdebatan kemudian berpindah ke media sosial. Dalam prosesnya, beberapa akun Knetz mulai melontarkan komentar yang merendahkan masyarakat Asia Tenggara, baik dari segi fisik, warna kulit, hingga kondisi ekonomi. Ujaran tersebut memicu kemarahan dan memancing reaksi luas dari netizen di kawasan ini.
Mengapa Baskara Ikut Terseret?
1. Dijadikan simbol stereotip rasial
Seorang pengguna X dari Korea mengunggah foto Baskara Mahendra disertai caption yang menghina fisiknya. Ia bahkan disebut sebagai contoh wajah khas Asia Tenggara dalam konteks yang merendahkan. Dari sinilah nama Baskara mulai viral dalam konflik tersebut.
2. Digunakan sebagai foto profil netizen
Situasi semakin memanas karena sejumlah netizen Indonesia memakai foto Baskara sebagai avatar akun mereka. Hal ini membuat foto tersebut menjadi target komentar rasis dari akun-akun Knetz.