JAKARTA, JakartaHype.com – Aktris Dea Anisa, yang populer dengan nama Dea Imut, akhirnya angkat bicara meluruskan rumor yang menyebut dirinya sebagai "sapi perah" atau satu-satunya tulang punggung keluarga. Dea menegaskan bahwa anggapan netizen mengenai dirinya yang bekerja keras sendirian untuk membiayai seluruh keluarga adalah tidak benar.
Sebagaimana dikutip dari podcast Melaney Ricardo pada Minggu (29/3/2026) Dea menjelaskan bahwa saat itu sang ibu tengah merasa sangat bangga sehingga terbawa emosi dalam menyampaikan pernyataan.
"Mungkin kalau aku sih ngerasanya mama aku dalam keadaan kayak ya balik lagi, emotionally terus karena dia bangga sama anaknya gitu. Jadi apa yang dia keluarkan ya... banyak kata-kata yang mungkin seharusnya penggunaan katanya salah saja sih, tidak 100 persen benar," ungkap Dea.
Dea meluruskan bahwa kondisi finansial keluarganya tidak bertumpu pada satu orang saja. Ia menjelaskan bahwa seluruh anggota keluarganya tetap bekerja dan saling bahu-membahu dalam memenuhi kebutuhan hidup.
"Bukan benar-benar aku membiayai 100 persen keluarga aku, tidak. Karena memang yang namanya keluarga ada naik turunnya, jadi saat ada yang turun kita yang bantu," tegasnya.
Lebih lanjut, Dea mengaku sedih dengan komentar negatif netizen yang menyudutkan saudara-saudaranya. Ia mengungkapkan bahwa kakak-kakaknya selalu bekerja dan justru menjadi orang pertama yang membantunya saat ia sedang tidak memiliki pekerjaan. Dea bahkan menyebut kakak-kakaknya sebagai "tameng pertama" yang selalu melindunginya.
Rumor lain yang dibantah keras oleh Dea adalah anggapan bahwa ia menunda pernikahan karena harus membiayai keluarga di usia 30 tahun. Dea menyatakan hal tersebut sepenuhnya salah.
"Kalau misalnya ada yang bilang akhirnya Dea Imut nih 30 tahun akan menikah selama ini tertunda karena membiayai keluarga, kok itu salah banget, salah banget dong," katanya.
Dea menegaskan bahwa urusan jodoh adalah ketetapan Tuhan. Saat ini, ia memilih untuk fokus mencari pasangan yang tepat untuk menjalani hidup seumur hidup, tanpa ada tekanan finansial dari keluarga.