JAKARTAHYPE.COM - Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada awal tahun 2026. Meskipun demikian, capaian ini masih dihadapkan pada tantangan signifikan untuk mensejajarkan diri dengan destinasi unggulan lain di kawasan Asia.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 2 Juni 2026, tercatat adanya peningkatan jumlah kedatangan wisman. Angka ini menjadi indikator kemajuan dalam upaya pemulihan dan pengembangan sektor pariwisata nasional.
Secara spesifik, periode Januari hingga April 2026 mencatat total kunjungan wisman mencapai 4,68 juta orang. Jumlah ini merefleksikan adanya pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terkonfirmasi mencapai angka 8,24 persen jika dibandingkan dengan data kunjungan pada empat bulan pertama tahun 2025. Angka ini menjadi bukti keberhasilan strategi promosi dan perbaikan infrastruktur pariwisata yang telah dilakukan pemerintah.
Namun, di balik pertumbuhan yang menggembirakan ini, muncul sorotan dari lembaga legislatif mengenai posisi Indonesia di peta persaingan regional. Pemerintah diminta untuk mengevaluasi daya saing dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang kini menjadi kompetitor kuat.
Dikutip dari BPS, data kunjungan wisman Indonesia selama periode Januari-April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan, atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ujar seorang juru bicara kementerian.
Salah satu kritik keras datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyatakan bahwa meskipun ada kenaikan, capaian Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Vietnam. Hal ini perlu menjadi perhatian serius untuk meningkatkan performa di masa mendatang.
"Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam dalam menarik minat wisatawan mancanegara," merupakan pandangan yang disampaikan oleh salah satu perwakilan DPR terkait perbandingan performa regional tersebut.
Kekhawatiran ini muncul karena Vietnam belakangan ini gencar menarik perhatian turis internasional melalui kebijakan visa yang lebih longgar dan promosi destinasi yang agresif. Oleh karena itu, diperlukan langkah korektif segera.