JAKARTAHYPE.COM - Pada periode tahun 2000 hingga 2010-an, perangkat BlackBerry (BB) mendominasi pasar komunikasi global dan dikenal luas sebagai ponsel sejuta umat karena basis penggunanya yang sangat masif.
Namun, seiring perkembangan teknologi, popularitas ponsel berbasis keyboard fisik tersebut mulai meredup, seiring tren desain ponsel yang kini didominasi oleh layar penuh atau full-display.
Meskipun produk ponselnya hampir menghilang dari pandangan publik, mantan pemimpin BlackBerry menegaskan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya tidak pernah benar-benar mati atau lenyap dari industri teknologi.
John Wall, yang kini menjabat sebagai presiden QNX, mengungkapkan bahwa ia secara teknis masih terafiliasi dengan entitas bisnis yang sama, meskipun namanya telah berubah dalam persepsi publik.
"Jika saya memberitahu mereka bahwa saya bekerja di QNX, mereka tidak tahu apa artinya itu," kata Wall, merujuk pada kurangnya kesadaran publik mengenai perusahaan yang kini menopang BlackBerry, dilansir dari Wall Street Journal, Sabtu (3/5/2026).
QNX merupakan perusahaan yang kini dimiliki oleh BlackBerry, namun fokus utamanya telah bergeser dari manufaktur ponsel menjadi pengembangan perangkat lunak tertanam (embedded software).
Saat ini, perangkat lunak buatan QNX telah tersemat di sekitar 275 juta unit kendaraan di seluruh dunia, memberikan peningkatan kualitas pengalaman berkendara bagi pengguna mobil.
Wall menjelaskan bahwa peran QNX sangat fundamental dalam ekosistem kendaraan modern, meskipun logo mereka tidak terlihat secara langsung pada mobil. "Di mobil, Anda tidak akan melihat logo QNX. Yang Anda lihat adalah pengalaman lebih baik," ujarnya.
Sistem operasi yang dikembangkan oleh QNX memiliki fungsi vital dalam meningkatkan keselamatan pengemudi, mencakup fitur seperti peringatan tabrakan dan kontrol jelajah adaptif. Fitur-fitur canggih lainnya termasuk notifikasi titik buta, deteksi pejalan kaki, dan panduan jalur aman saat mendekati area berbahaya.