JAKARTAHYPE.COM - Fenomena kenaikan harga tiket untuk gelaran Piala Dunia 2026 mulai memengaruhi keputusan suporter untuk menyaksikan pertandingan tim nasional mereka secara langsung di stadion. Tingginya biaya masuk menjadi penghalang utama bagi banyak penggemar sejati untuk hadir memberikan dukungan langsung.
Situasi ini mendorong sebagian suporter untuk mengambil langkah strategis, yaitu beralih memilih menyaksikan pertandingan lain dalam turnamen yang memiliki harga tiket lebih ekonomis. Mereka tetap berupaya merasakan atmosfer akbar kompetisi sepak bola terbesar dunia tersebut.
Salah satu penggemar yang terdampak langsung oleh kebijakan harga ini adalah Juan Velosa. Ia awalnya sangat berharap dapat menyaksikan secara langsung perjuangan tim nasional Kolombia di ajang Piala Dunia kali ini.
Namun, harapan tersebut harus kandas akibat kombinasi antara harga tiket yang melambung tinggi serta akumulasi biaya perjalanan yang harus ditanggung. Hal ini membuat rencana menonton tim kesayangan menjadi tidak realistis.
Juan Velosa mengungkapkan kesadarannya sejak awal mengenai keterbatasan finansialnya dalam mengikuti pertandingan Kolombia. Ia menyadari betul bahwa kendala biaya sudah terlihat jelas sejak pengumuman awal.
"Saya sadar sejak awal tidak akan bisa menghadiri pertandingan Kolombia. Begitu harga tiket dan lokasi pertandingan diumumkan, saya tahu biayanya akan berada di luar jangkauan saya," kata Velosa, menggarisbawahi keprihatinannya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Velosa saat diwawancarai oleh media internasional. Informasi mengenai situasi ini kemudian disebarluaskan kepada publik pada hari Selasa (16/6/2026).
Dikutip dari CNA, situasi yang dialami Velosa mencerminkan dilema yang dihadapi oleh basis penggemar di berbagai negara yang memiliki keterbatasan anggaran untuk Piala Dunia kali ini. Mereka harus menimbang antara keinginan menyaksikan tim nasional atau memilih opsi yang lebih terjangkau.
Keputusan untuk memilih pertandingan lain sejatinya merupakan bentuk kompromi agar tetap bisa terlibat aktif dalam euforia turnamen, meskipun tidak dapat mendukung tim utama mereka secara langsung di stadion.