JAKARTAHYPE.COM - Tekanan besar dalam ajang Piala Dunia terbukti mampu memengaruhi performa tim mana pun, termasuk timnas Brasil yang berstatus lima kali juara dunia. Hal ini menjadi sorotan utama setelah mereka hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga pembuka Grup C.

Pertandingan krusial tersebut berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat di MetLife Stadium yang memiliki kapasitas 80.663 penonton. Hasil imbang ini didapat setelah Vinicius Junior mencetak gol penyeimbang pada menit ke-32, menyusul gol yang sempat membawa Maroko unggul lebih dulu.

Carlo Ancelotti, yang saat itu memimpin Brasil meskipun memiliki rekam jejak gemilang dengan lima gelar Liga Champions, memberikan pandangannya mengenai jalannya laga. Ia menilai ada faktor psikologis yang sangat memengaruhi penampilan anak asuhnya di awal pertandingan.

"Saya pikir tim ini sedikit cemas di awal," ujar Ancelotti, menjelaskan kondisi timnya ketika pertandingan baru dimulai.

Ancelotti melanjutkan penjelasannya mengenai suasana tegang yang menyelimuti skuadnya di babak pertama. Ia mengakui bahwa ketegangan tersebut berdampak signifikan pada penguasaan bola tim Samba.

"Nervousness (kegugupan) benar-benar terasa di mana-mana. Kami tidak bisa mempertahankan penguasaan bola dengan baik. Di babak kedua performa membaik, tetapi tetap sulit, dan saya yakin tim akan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya," kata Ancelotti.

Gol penyeimbang dari Vinicius Junior dinilai terjadi secara menentukan dan sedikit melawan arus permainan, meski Brasil didukung oleh mayoritas suporter di stadion tersebut. Permainan Selecao menunjukkan peningkatan signifikan setelah jeda turun minum.

Peningkatan performa tersebut juga terlihat setelah Ancelotti memutuskan melakukan pergantian pemain di babak pertama, menarik keluar Casemiro dan Roger Ibanez, serta memasukkan Fabinho dan Danilo. Meskipun demikian, rasa kurang puas masih menyelimuti skuad bahkan dari Vinicius Junior, yang dinilai sebagai pemain terbaik Brasil malam itu.

Vinicius Junior, bintang Real Madrid berusia 25 tahun tersebut, menekankan perlunya perbaikan signifikan dalam cara mereka mengontrol jalannya pertandingan. "Kita harus mampu mempertahankan bola," kata Vinicius Junior.