Jakarta, JakartaHype.com - Sekarang, bisa menggunakan kecerdasan buatan atau AI bukan lagi sekadar gaya-gayaan. Ibarat bisa pakai komputer atau bahasa Inggris di masa lalu, paham AI kini sudah jadi skill dasar yang wajib dikuasai kalau mau laku di dunia kerja.

Sayangnya, banyak lulusan baru yang justru mulai tertinggal. Padahal, perusahaan-perusahaan zaman sekarang sudah pakai AI untuk mempercepat kerja mereka.

Michelle Vaz dari AWS Training and Certification menyebutkan bahwa paham AI itu sekarang sudah jadi kebutuhan pokok, bukan lagi pilihan. Lalu, apa sih yang bikin banyak orang kalah saing? Ini 3 alasan utamanya:

1. Masih Mikir AI Cuma Buat Anak IT

Ini salah kaprah yang paling sering terjadi. Banyak yang mengira AI itu cuma urusan orang yang jago coding atau matematika.

Padahal kenyataannya, semua bidang sudah pakai AI. Orang marketing pakai AI untuk baca minat pembeli, orang HR pakai AI untuk sortir lamaran kerja, sampai admin kantor pun pakai AI supaya urusan surat-menyurat jadi otomatis. Kalau lulusan baru merasa "nggak perlu belajar AI karena bukan anak IT", mereka bakal sulit dapat kerja.

2. Ilmu Cepat Basi, Tapi Malas Belajar Lagi

Teknologi berubah cepat sekali. Kalau dulu ilmu yang kita pelajari bisa awet sampai 10 tahun, sekarang baru 5 tahun saja ilmu itu bisa dibilang sudah "basi" atau nggak relevan lagi.

Masalahnya, banyak yang merasa sudah cukup hanya dengan ijazah kuliah. Padahal di zaman AI, kita harus terus belajar hal baru setiap hari supaya nggak ketinggalan zaman. Jangan sampai baru lulus, tapi ilmunya sudah kedaluwarsa.