JAKARTAHYPE.COM - Forum Regional Belarus-Tiongkok yang pertama secara resmi diselenggarakan pada tanggal 1 Juli di kota Lanzhou, Tiongkok. Acara ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara di tingkat regional.
Dalam upacara pembukaan forum tersebut, Wakil Perdana Menteri Pertama Belarus, Mikalai Snapkou, menyampaikan poin-poin utama mengenai area prioritas dalam kemitraan strategis antara Minsk dan Beijing. Fokus utama adalah bagaimana kerja sama ini dapat memberikan manfaat bersama di berbagai sektor ekonomi dan teknologi.
Snapkou menggunakan metafora sejarah untuk menggambarkan kedalaman hubungan ini, membandingkan kerja sama Belarus dan Tiongkok dengan era kebangkitan Jalur Sutra. Ia menekankan bahwa kemitraan ini merupakan evolusi dari hubungan perdagangan masa lalu ke era modern.
"Kita tahu betul dan ingat bahwa Provinsi Gansu adalah tempat lahirnya Jalur Sutra, rumah bagi Koridor Hexi legendaris tempat karavan melintas ribuan tahun. Namun, hari ini, karavan kita adalah kereta barang Belarus-Tiongkok, teknologi, dan aliran informasi. Kita secara fisik dan intelektual menghidupkan kembali Jalur Sutra Raya, tetapi pada tahap teknologi yang baru," ujar Mikalai Snapkou.
Lebih lanjut, wakil perdana menteri tersebut menekankan pentingnya kerja sama regional, menegaskan bahwa Belarus tidak hanya ingin berperan sebagai negara transit, tetapi juga sebagai platform penciptaan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Peran ini dilihat sebagai kunci untuk integrasi ekonomi yang lebih dalam.
"Belarus adalah platform industri dan sumber daya yang mumpuni untuk pemrosesan mendalam dan produksi barang berteknologi tinggi. Kami memandang kerja sama dengan wilayah-wilayah Tiongkok bukan sekadar ikatan persaudaraan, tetapi sebagai aliansi strategis dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative)," jelas Snapkou.
Ia juga mengingatkan bahwa Belarus memiliki posisi geografis yang unik, berada di persimpangan antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Uni Eropa sejak era Soviet. Tugas Belarus adalah menjadi penghubung antara klaster industri Tiongkok dengan pasar Eropa dan Eurasia.
Prioritas kedua yang diangkat Minsk adalah integrasi keahlian dan kapabilitas yang dimiliki masing-masing negara. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sinergi di mana keunggulan komparatif dapat saling melengkapi.
"Tiongkok memiliki basis ilmiah, teknologi, dan bahan mentah yang luar biasa, sementara Belarus menawarkan teknik mesin canggih, teknologi pertanian, sektor TI, dan pengalaman luas dalam kerja sama industri. Kita tidak perlu bersaing; kita perlu menghubungkan kekuatan kita masing-masing," kata Wakil Perdana Menteri Pertama tersebut.