JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Austria telah resmi mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi kantor polisi. Langkah ini diambil dengan harapan besar untuk mengakhiri daya tarik bangunan tersebut bagi kelompok neo-Nazi.
Bangunan bersejarah ini, yang berlokasi strategis di dekat perbatasan Austria-Jerman, telah dibuka kembali pada hari Rabu, 23 Juli 2026. Peresmian ini menandai selesainya renovasi besar yang menelan biaya sekitar 20 juta Euro, setara dengan Rp 409 miliar.
Sejarah kepemilikan bangunan ini mengalami perubahan signifikan ketika pemerintah Austria memutuskan untuk mengakuisisinya pada tahun 2017. Keputusan pembelian ini merupakan langkah awal menuju penentuan fungsi baru bangunan tersebut.
Setelah proses akuisisi, pemerintah Austria mengambil keputusan untuk mengubah rumah tersebut menjadi fasilitas operasional bagi kepolisian. Bangunan ini nantinya akan melayani kebutuhan kepolisian distrik dan kepolisian setempat.
"Kami berharap dengan perubahan fungsi ini, bangunan tersebut tidak lagi menjadi simbol yang disalahgunakan oleh kelompok ekstremis," demikian disampaikan oleh pihak berwenang Austria, sebagaimana dikutip dari sumber berita.
Proses renovasi yang dilakukan pada bangunan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang modern dan fungsional bagi para petugas kepolisian. Perubahan ini juga diharapkan dapat menghilangkan jejak sejarah kelam yang melekat pada tempat tersebut.
Perubahan fungsi rumah kelahiran Adolf Hitler ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Austria dalam menangani warisan sejarah yang kompleks. Tujuannya adalah untuk merevitalisasi ruang publik dan mencegahnya dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak semestinya.
Kepolisian distrik dan kepolisian setempat kini akan menempati bangunan ini, menjalankan tugas-tugas penegakan hukum sehari-hari. Keberadaan mereka di lokasi ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru dan keamanan bagi masyarakat sekitar.
Langkah pemerintah Austria ini mendapat perhatian internasional sebagai contoh penanganan warisan sejarah yang sensitif. Perubahan fungsi menjadi kantor polisi dinilai sebagai solusi pragmatis untuk mengatasi masalah ideologi ekstremisme.