JAKARTAHYPE.COM - Telur merupakan sumber nutrisi penting yang mudah didapatkan dan sering diolah menjadi hidangan favorit, termasuk direbus. Konsumsi telur rebus secara rutin dapat mendukung asupan protein harian serta menyediakan berbagai vitamin esensial bagi tubuh.
Salah satu metode pengolahan yang paling umum adalah merebus, di mana telur rebus sering kali disimpan di lemari pendingin untuk dikonsumsi di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui durasi penyimpanan yang aman agar kualitas gizi dan keamanannya tetap terjaga.
Lantas, berapa lama waktu ideal penyimpanan telur rebus yang sudah matang di dalam kulkas? Menurut data dari US Department of Agriculture (USDA), telur rebus, baik yang kondisinya sudah dikupas maupun belum, dapat bertahan aman dikonsumsi selama kurang lebih tujuh hari jika disimpan dengan prosedur yang benar.
Panduan mengenai batas waktu penyimpanan ini juga diperkuat oleh pakar kesehatan. Spesialis gizi klinik, dr Raissa E Djuanda, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, menegaskan bahwa batas maksimal penyimpanan telur rebus di lemari pendingin adalah tujuh hari.
"Bisa terjadi pertumbuhan bakteri, meskipun di dalam kulkas," kata dr Raissa kepada detikcom beberapa waktu lalu, menekankan bahwa risiko kontaminasi tetap ada meskipun suhu dingin.
Mengonsumsi telur rebus yang telah melewati batas waktu aman penyimpanan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Telur yang mulai basi dan tidak layak santap dapat memicu berbagai gejala gangguan sistem pencernaan pada tubuh.
Dr Raissa menjelaskan mengenai dampak negatif jika sampai mengonsumsi telur yang sudah basi. "Iya bisa, seperti mual, muntah, diare, kram perut, demam," kata dr Raissa, merinci gejala keracunan makanan ringan.
Jika Anda ragu mengenai usia penyimpanan telur rebus, pemeriksaan visual dan penciuman sangat dianjurkan sebelum mengonsumsinya. Dilansir dari laman MedicineNet, telur rebus yang sudah rusak dapat terdeteksi melalui bau tidak sedap dan perubahan pada tampilan fisik isinya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, para ahli menyarankan agar tidak mencoba mencicipi telur untuk memastikan keadaannya, melainkan fokus pada ciri-ciri kerusakan yang terlihat. Dilansir dari laman Healthline, penyimpanan dalam kulkas sangat membantu karena suhu di bawah 4 derajat Celsius dapat memperlambat laju perkembangan mikroorganisme berbahaya.